Selasa, 01 April 2014

BAB II PENGENALAN LAPORAN KEUANGAN PERBANKAN

1. Neraca Bank
Di dalam akuntansi keuangan, Neraca atau laporan posisi keuangan (bahasa Inggris: balance sheet atau statement of financial position) adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. 
Sedangkan dalam dunia perbankan, Neraca Bank adalah ikhtisar yang menggambarkan posisi harta, kewajiban, dan modal sendiri suatu badan usaha pada saat tertentu. Disebut neraca karena kenyataannya terjadi keseimbangan antara harta di satu pihak dengan kewajiban dan modal di pihak lain (balance sheet). Defini lain dari neraca bank yaitu laporan secara systematis yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan meliputi Assets (harta), Liabilities (hutang) dan Capital (modal).   
Neraca umumnya dibuat pada akhir periode akuntansi (akhir tahun) dan akhir periode (bulanan) dan dalam system akuntansi komputer neraca dapat dususun setiap saat bila diperlukan dan metode akuntansi perpetual memungkinkan neraca dapat divisual setiap saat.
     Isi/ elemen neraca bank terdiri dari :
a. Kelompok Aset
 Aset adalah sumber ekonomi yang di harapkan memberikan manfaat usaha di hari tua. Aset di kelompokkan menjadi 4 jenis yaitu :
Aset Lancar  / Aktiva Lancar / Current Assets
Aset lancar adalah jenis aset yang dapat di gunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun. Misalnya Kas, Piutang, Investasi jangka pendek, persediaan. Pada suatu neraca biasanya di kelompokkan menjadi aset lancar dan aset tidak lancar. Perbandingan antara aset lancar dan kewajiban aset lancar di sebut rasio lancar. Nilai ini sering di gunakan sebagai tolak ukur likuiditas suatu perusahaan, yaitu kemampauan perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Aset Jangka Panjang / Aktiva Ivestasi / Investment Assets
Aset ini bisa anda bisa membuatnya sekarang, tetapi anda bisa menikmatinya di suatu hari nanti sampai anda meninggal hingga di wariskan kepada anak dan cucu anda. Misalnya kontrakan, Bisnis, dan masih banyak lagi.
Aset Tetap  / Aktiva Tetap / Fixed Assets
Adalah Harta tetap yang menunjang kegiatan operasional Anda yang sifatnya permanen kepimilikan. Misal Gedung, Mobil, dan masih banyak jenisnya.
Aset Tidak Berwujud / Intangible Assets
Adalah jenis aset yang tidak memiliki wujud fisik. Jenis aset ini adalah hak cipta, paten, merek dagang, dan lain-lainnya. 

b. Kelompok Kewajiban
Kewajiban adalah pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan oleh perusahaan pada masa yang akan datang. Pengorbanan untuk masa yang akan datang ini terjadi akibat kegiatan usaha. Kewajiban ini dibedakan atas utang lancar dan utang jangkan panjang.
i) Utang Lancar  / Kewajiban Lancar / Current Liabilities
Utang lancar adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Utang lancar antara lain:
o Wesel bayar, adalah utang yang disertai promes.
o Utang usaha atau utang dagang, adalah kewajiban yang timbul karena pembelian jasa atau barang secara kredit.
o Biaya yang masih harus dibayar, adalah beban yang sudah terjadi tetapi belum dibayar. Misalnya utang sewa, utang gaji dan utang bunga.
o Pendapatan diterima di muka, adalah kewajiban yang disebabkan perusahaan menerima lebih dahulu uang sedangkan penyerahan jasa atau barang belum dilakukan.
ii) Utang Jangka Panjang / Long-Term Liabilities
Utang jangka panjang adalah kewajiban yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu tahun. Utang ini timbul karena pelunasan perusahaan untuk membeli peralatan-peralatan baru atau mesin-mesain baru. Yang termasuk utang jangka panjang antara lain:
o Utang Bank, adalah pinjaman modal kerja dari Bank untuk perluasan usaha.
o Utang Hipotik, adalah pinjaman dari Bank dengan jaminan aktiva tetap.
o Utang Obligasi, adalah utang yang disebabkan perusahaan menerbitkan dan menjual surat-surat berharga.
iii) Utang lain-lain / Other Payable
Utang lain-lain adalah utang yang tidak termasuk utang lancar maupun utang jangka panjang. Misalnya utang kepada direksi dan utang kepada pemegang saham.

c. Kelompok Ekuitas
Modal adalah hak milik atas kekayaan dan harta perusahaan yang berbentuk hutang tak terbatas suatu perusahaan kepada pemilik modal hingga jangka waktu yang tidak terbatas. Rumus modal adalah harta atau aset dikurangi dengan kewajiban atau hutang.
Kelompok dari ekuitas dibagi dalam :
Modal saham
Agio/disagio saham
Cadangan-cadangan
Saldo laba

2. Laporan Rugi/Laba Bank
Laporan laba rugi (Inggris:Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Laporan laba-rugi ini cukup penting keberadaannya, karena laporan ini dapat dijadikan alat untuk memprediksi arus kas dimasa mendatang, banyak pemekai laporan keuangan yang memakai laporan laba-rugi ini untuk memprediksi arus kas masa depan, seperti para investor dan kreditor. para investor dan kreditor perlu untuk memprediksi arus kas perusahaan masa depan sebelum mereka menyuntikkan dana mereka ke perusahaan tesebut, tentu saja para investor dan kreditor tidak mau menyuntikkan dana kepada perusahaan yang mereka nilai arus kas atau kenerjanya jelek dan mengandung resiko yang terlalu besar.
Laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu single step dan multiple step. 
a. Single Step/Langsung.
Laporan single step/langsung yaitu laporan laba rugi di mana semua pendapatan dijumlahkan menjadi satu, demikian juga untuk bebannya, kemudian dicari selisihnya untuk mengetahui laba atau rugi. 
b. Multiple Step (Bertahap)
Laporan laba rugi bentuk multiple step (bertahap) adalah laporan laba rugi dengan mengelompokkan atau memisahkan antara pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, dan memisahkan pula antara beban usaha dan beban di luar usaha, baru kemudian dicari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi usaha.

3. Laporan Kualitas Aktiva Produktif
Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada bagian kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aktiva adalah potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivas operasional perusahaan. Mungkin pula berbentuk sesuatu yang dapat diubah menjadi kas atau setara kas atau berbentuk kemampuan untuk mengurangi pengeluaran kas, seperti penurunan biaya akibat penggunaan proses produksi alternatif. Sesuai dengan namanya aktifa produktif (earning assets) adalah aktiva yang menghasilkan suatu kontribusi pendapatan bagi bank.
Isi/elemen laporan kualitas aktiva produk 
a. Pihak Terkait
     i) Penempatan pada Bank Lain
     ii) Surat-surat Berharga kepada Pihak ketiga dan Bank Indonesia
    iii) Kredit kepada Pihak ketiga
            (1) KUK
            (2) kredit properti
                (a) Direstrukturisasi
                (b) tidak direstrukturisasi
           (3) kredit lain yang direstrukturisasi
           (4) Lainnya
    iv) Penyertaan pada pihak ketiga
           (1) Pada perusahaan keuangan non-bank
           (2) Dalam rangka restrukturisasi kredit
     v) Tagihan Lain kepada pihak ketiga
    vi) Komitmen dan Kontinjensi kepada pihak ketiga
b. Pihak Tidak Terkait
     i) Penempatan pada Bank Lain
    ii) Surat-surat Berharga kepada Pihak ketiga dan Bank Indonesia
    iii) Kredit kepada Pihak ketiga
       (1) KUK
       (2) kredit properti
           (a) Direstrukturisasi
           (b) tidak direstrukturisasi
       (3) kredit lain yang direstrukturisasi
       (4) Lainnya
     iv) Penyertaan pada pihak ketiga
        (1) Pada perusahaan keuangan non-bank
        (2) Dalam rangka restrukturisasi kredit
     v) Tagihan Lain kepada pihak ketiga
    vi) Komitmen dan Kontinjensi kepada pihak ketiga
    vii) PPAP yang wajib dibentuk
    viii) PPAP yang telah dibentuk
    ix) Total Asset bank yang dijaminkan :
        (1) Pada Bank Indonesia
        (2) Pada Pihak Lain
    x) Persentase KUK terhadap total kredit
    xi) Persentase Jumlah Debitur KUK terhadap Total Debitur 

4. Laporan Komitmen dan Kontigensi
a. Komitmen
Komitmen adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara sepihak dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. Jenis komitmen yang lazim antara lain :
i) Fasilitas pinjaman yang diterima
Yaitu fasilitas pinjaman yang diterima oleh bank dari bank lain atau pihak lain dan belum digunakan pada tanggal laporan. Fasilitas yang diterima disajikan sebesar sisa fasilitas yang belum ditarik oleh bank.
ii) Fasilitas yang diberikan
Adalah fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank dan diberikan kepada nasabah dan masih berlaku digunakan oleh nasabah. Fasilitas yang diberikan sebesar sisa komitmen yang belum ditarik.
iii) Kewajiban pembelian aktiva bank yang dijual dengan syarat repo
Adalah kewajiban bank untuk membeli kembali aktiva bank pada waktu tertentu yang dijanjikan. Kewajiban disajikan sebesar nilai pembelian yang disepakati bank dengan nasabah.
iv) L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan
Adalah Pemberian jaminan dalam bentuk penerbitan L/C yang tidak dapat dibatalkan dalam rangka ekspor impor lalu lintas perdagangan. Disajikan sebesar nilai L/C yang belum direalisasi.
v) Ekseptasi wesel impor atas dasar L/C berjangka
Adalah jaminan dalam bentuk panandatanganan terhadap wesel-wesel impor atas dasar L/C berjangka. Disajikan sebesar nilai wesel yang diaksep.
vi) Transaksi valus yang belum diselesaikan.
Adalah Jumlah transaksi valus tunai yang belum diselesaikan pada tanggal laporan.
vii) Transaksi valus berjangka
Adalah saldo tagihan yang timbul dari transaksi valus berjangka wajib dilaporkan dalam komitmen dan kontinjensi . Dijabarkan dalam mata uang rupiah sesuai kurs pada tanggal laporan.

b. Kontinjensi
Kontinjensi adalah tagihan atau kewajiban yang timbulnya tergantung pada jadi atau tidaknya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang. Jenis komitmen yang lazim antara lain :
i) Garansi Bank
Adalah Semua bentuk garansi yang diterima atau diberikan oleh bank yang mengakibatkan pembayaran kepada pihak yang menerima jaminan apabila pihak yang dijamin bank cidera janji. Garansi bank dapat berupa :
     (1) Penerimaan atau penerbitan jaminan dalam bentuk bank garansi, baik dalam rangka pemberian kredit, risk sharing dan standby L/C maupun pelaksanaan proyek seperti bid bonds, performance bonds atau advance payment bonds.
        (2) Akseptasi atau endosmen surat berharga yaitu pemberian jaminan atau garansi dalam bentu penandatanganan kedua dan seterusnya atas wesel atau promes atau aksep.
Garansi yang masih berlaku, baik diterima atau diterbitkan oleh bank disajikan dalam komitmen dan kontinjensi sebesar nilai nominal jaminan.
ii) L/C yang dapat dibatalkan
Adalah jaminan dalam bentuk penerbitan L/C yang dapat dibatalkan dalam rangka ekspor impor atau lalu lintas perdagangan. L/C disajikan sebesar sisa jumlah L/C yang belum terealisasi.
iii) Transaksi opsi valuta asing
Transaksi opsi valus yang masih berjalan pada tanggal laporan, wajib dilaporkan dalam laporan komitmen dan kontinjensi dan dijabarkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah pada tanggal laporan.
iv) Pendapatan bunga dalam penyelesaian
Perhitungan bunga dari aktiva produktif non performing yang belum dapat diakui sebagai pendapatan bunga dalam periode berjalan.
v) Rasio Keuangan
Rasio keuangan adalah ukuran yang digunakan dalam interprestasi dana analysis laporan finansial suatu perusahaan.

Sumber – sumber :
http://anandyarevannie.blogspot.com/2013/04/pengertian-neraca-bank-dan-isielemen.html
http://infobisniswaralaba.blogspot.com/2012/10/pengertian-aset-dan-jenis-aset.html
http://biannur.wordpress.com/2011/05/10/definisi-akuntansi-jenis-akun/
http://dininovia.wordpress.com/2012/12/28/macam-dan-jenis-perkiraan-atau-akun-dalam-akuntansi-harta-aset-aktiva-kewajiban-hutang-pasiva-dan-modal-akutansi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_laba_rugi
http://xxxqori.blogspot.com/2013/12/pengertian-dan-contoh-laporan-laba-rugi.html#.Uzt8QaiSx_A
http://110.138.206.53/bahan-ajar/modul_online/ekonomi/MO_42/akt206_09.htm
http://zaidarrosyid.blogspot.com/2013/05/pengertian-laporan-kualitas-aktiva.html

Tidak ada komentar: