Kamis, 15 November 2012

Hambatan pengembangan sistem informasinya dalam bidang SDM, teknologi , biaya, serta infrastruktur


Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
George Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173) mendefinisikan bahwa Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara otomatis lebih bermanfaat”.

Dalam suatu perusahaan pengembangan SDM dari segi prioritas dapat dianggap penting ataupun “tidak terlalu penting”. Perusahaan kecil dengan jumlah SDM yang relatif sedikit, menganggap bahwa pengebangan SDM pada saat perusahaan baru mulai dan berkembang tidak terlalu penting untuk di dahulukan. Mereka cenderung untuk lebih mengutamakan kinerja dalam melaksanakan pekerjaan, efesiensi dalam hal pengeluaran gaji karyawan yang bila dimungkinkan untuk memberikan job discription yang beragam pada seseorang. Pada perusahaan kecil untuk melakukan kontrol memang lebih mudah dikarenakan masalah perusahaan belum besar serta hanya terdiri dari beberapa orang saja.
Namun dengan adanya perkembangan serta kemajuan perusahaan akan timbul suatu masalah jika hal tersebut tetap dilaksanakan sebagai contoh pada bidang konstruksi:
1.      Dalam bidang bidang administrasi dan keuangan, terjadinya penumpukan pekerjaan yang dibebankan pada satu orang saja akan menyebebabkan control cek atas pengeluaran yang ada akan menjadi lebih longgar dikarenakan keterbatasan personil dalam men-cek pengeluaran yang ada disamping sebagai manusia ada kalanya terjadi kekeliruan namun tidak segera diketahui letak kesalahannya.
2.      Dalam bidang penggajian, jika selama ini pada lingkup karyawan yang relatif sedikit pihak pemberi gaji ( rata-rata yang memberi gaji adalah pemilik perusahaan atau direktur langsung) masih ingat maupun berapa gaji karyawannya tiap bulan. Maka dengan adanya perkembangan perusahaan akan timbul lebih banyak karyawan dengan beberapa standart penggajian yang berbeda-beda, maka dimungkinkan terjadi terjadi kekeliruan dalam penggajian, apalagi dalam pemberian bonus/ intensif pada saat hari besar maupun akhir tahun yang biasanya tanpa ada catatan tanda terima.Apabila management penggajian ini terus dilakukan maka timbul pemilik perusahaan akan semakin terbebani atas pemikiran penggajian karyawan, karyawan yang disebabkan kekeliruan dalam penggajian merasa kecewa dan tidak puas sehingga dimungkinkan mereka akan pindah ke perusahaan lain sehingga perusahaan menjadi mundur.
3.      Dengan adanya beberapa pekerjaan dibebankan pada seseorang saja misalnya pada saat survey lokasi, estimasi volume serta harga pekerjaan, pembuatan schedule, negosiasi harga serta pelaksaan dilakukan hanya difokuskan pada seseorang saja maka akan timbul beban pekerjaan pada orang tersebut lebih berat, kemungkinan terjadinya estimasi serta negosiasi bisa keliru karena overloadnya pekerjaan. Dan dalam pelaksanaanya bisa dimungkinkan terjadi loss control dikarenakan yang tahu mengenai proyek tersebut adalah yang segelintir orang. Karena SDM yang terbatas juga memungkinkan terjadinya penyelewengan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Pemanfaatan teknologi informasi yang pada perusahaan kecil awalnya tidak terlalu penting karena dengan modal kepercayaan serta kontrol yang kontinu pada satu-dua proyek dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul.
Namun dengan perkembangan perusahaan baik dalam omzet tenaga kerja yang semakin bertambah serta klien semakin beragam, maka tak pelah teknologi informasi yang mendukung pekerjaan sangat diperlukan sebagai contoh :
1.      Jika pada saat masih kecil perusahaan masih dapat menggunakan pertemanan, maupun “gethok tular” dalam mencari supplier maupun konsumen, maka dengan makin berkembangnya perusahaan maka makin luaslah data –data supplier yang harus di rekrut sebagai vendor, karena dikhawatirkan akan terjadi kecurangan-kecurangan dalam pengadaan barang serta biaya yang mahal dari supplier dikarenakan tidak adanya pemain lain. Walau dari satu sisi pemakaian supplier/ vendor yang telah menjadi langganan perusahaan akan lebih terjamin kualitas serta tanggung jawabnya, namun bila hal ini terus terjadi maka bila supplier tersebut tidak dapat melaksanakan pekerjaan maupun pengiriman barang yang telah dipesan maka akan menggaggu proyek secara keseluruhan. Dengan adanya pemakaian internet dalam mencari vendor maupun supplier maka kita akan lebih dapat selektif dalam menentukan kualitas pekerjaan/ barang, kita dapat menekan cost pembelian barang dalam artian mencari harga yang kompetitif, lebih bebas dalam menentukan pilihan produk, serta kita tidak tergantung dari hanya beberapa supplier.
2.      Pemakaian program-program yang aplikatif serta adanya link tiap bagian dalam perusahaan yang sedang berkembang serta maju mutlak diperlukan karena akan lebih memudahkan kontrol, memudahkan pengerjaan dengan lebih sedikit orang, dapat diaplikasikan pada anak perusahaan bila sewaktu-waktu diperlukan.
3.      Teknologi informasi pada pemakaian database karyawan akan memudahkan perusahaan dalam menentukan kenaikan gaji karyawan secara objektif karena secara subjektif sangat sulit untuk menentukan kenaikan gaji karyawan yang semakin banyak.
4.      Pemanfaatan teknologi informasi dalam kontrol pemakaian alat kerja proyek sebagai contoh dump truk bila awalnya berdasarkan kontrol lapangan, radio maupun via handphone yang dengan mudah kita sebagai kontrol di kantor hanya dapat memastikan keberadaan dump truk tersebut berdasarkan informasi dari driver maka dengan pemakaian GPS tracking, kita dapat lebih memastikan keberadaan alat tersebut via satelit, sehingga kita tidak mudah untuk dibohongi driver, disamping biaya yang dikeluarkan lebih sedikit.Degnan adanya kontrol yang lebih akurat pada alat perusahaan maka efisiensi pekerjaan dapat lebih bagus dan akurat sehingga kinerja perusahaan makin berkembang.

Perkembangan teknologi informasi yang ada sekarang ini lebih memanjakan para bussinesman dalam bersosialisasi, team work antara vendor, konsumen serta antar staff perusahaan.
Sehingga bila dulu bila hendak mengadakan pertemuan harus melakukan mobilisasi ke tempat meeting, maka dengan adanya internet, e-mail, VOIP akan memberikan efisiensi ruang dan waktu, tenaga, serta biaya.

Dari keterangan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa semakin maju, besar suatu perusahaan maka pemakaian teknologi informasi adalah mutlak diperlukan guna memberikan kemudahan serta penurunan biaya perusahaan serta lebih meninggkatkan performa perusahaan.

Tidak ada komentar: