Kamis, 23 Januari 2014

Bab XI. Teknologi Informasi Auditing


Teknologi Informasi Auditing.

Auditing adalah proses yang sistematis mengenai perolehan dan penilaian bukti secara obyektif yang berkenaan dengan pernyataan mengenai tindakan – tindakan dan kejadian – kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta untuk mengkomunikasikan hasil – hasilnya kepada pihak – pihak yang berkepentingan. (American Accounting Association)

Auditing adalah suatu proses sistematik yang bertujuan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas pernyataan atau asersi tentang aksi-aksi ekonomi dan kejadian-kejadian dan melihat bagaimana tingkat hubungan antara pernyataan atau asersi dengan kenyataan dan menkomunikasikan hasilnya kepada yamg berkepentingan. (PSAK - Tim Sukses UKT Akuntansi 2006)

Pengertian auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh pihak manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pedapat mengenai laporan kewajaran laporan keuangan tersebut (Sukrisno Agoes (1996:1))

Audit teknologi informasi/Information technology audit adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari insfrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis.

Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemprosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan system informasi dalam sebuah perusahaan. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit computer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah asset system informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integrative dalam mencapai target organisasinya.

Dengan melaksanakan audit TI, suatu lembaga bisa dikatakan sudah memiliki kepedulian cukup tinggi terhadap posisi dan peran TI bagi perkembangan lembaganya. Audit TI yang direncanakan dengan baik akan memberikan beberapa hasil yang manfaatnya akan sangat signifikan bagi perjalanan lembaga itu sendiri di kemudian hari. Hasil-hasil tersebut antara lain : munculnya evaluasi terhadap praktik-praktik manajemen risiko, terhadap kendali sistem internal, dan terhadap kebijakan-kebijakan yang terkait dengan TI yang terjadi dalam lembaga tersebut, baik itu yang kompleksitasnya rendah atau yang tinggi.

A.     Konsep-konsep auditing PDE

Electronic Data Processing (EDP) atau pengolahan data elektronik (PDE) adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk yg lebih berarti berupa suatu informasi dgn menggunakan suatu alat elektronik yaitu komputer (Jogiyanto, H.M,1988).Pengolahan data (data processing) adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti, berupa suatu informasi. Sedangkan Informasi (information) adalah hasil dari pengolahan data dalam bentuk yang lebih berarti.

PDE sebagai serangkaian kegiatan engan menggunakan computer untuk mengubah informasi yang masih mentah (data) menjadi informasi yang berguna yang sesuai dengan tujuannya. Rangkaian kegiatan pengolahan data tersebut terdiri dari lima bagian yaitu: inputting, storing, processing, outputting, dan controlling.

A.1.      Struktur Audit Laporan Keuangan

Tujuan dan tanggungjawab utama auditor ekstern adalah menilai kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan. Audit interim, bertujuan pengujian ketaatan. Tujuan pengujian ketaatan adalah untuk melihat eksistensi, aktivitas dan pengecekan kontinuitas kegiatan yang mengandalkan sistem pengendalian intern tersebut.

A.2.      Data Uji

Data Uji merupakan masukan yang disajikan auditor yang memuat data yang absah dan yang tidak absah.

A.3.      Pendekatan Fasilitas-Uji-Terpadu.

Pendekatan (ITF) mencakup penggunaan data ujian juga pembuatan entitas (seperti pemasok, karyawan produk, produk, akun) fiktif. dalam file master sistem komputer.

A.4.      Kegiatan Audit Terprogram.

Kegiatan Audit Terprogram merupakan teknologi audit yang mencakup modifikasi program komputer untuk tujuan-tujuan audit. ini dicapai dengan membentuk suatu kegiatan audit khusus di dalam program produksi. reguler.

A.5.      Penelaahan Dokumentasi Sistem

Penelaahan dokumentasi sistem, seperti deskripsi naratif, bagan arus dan daftar program, barangkali merupakan teknik auditing PDE yang tertua, dan tetap diguanakan secara luas sampai sekarang.
Sebagian besar pendekatan PDE audit merupakan variasi dari struktur tiga tahap. tahap – tahap dimaksud adalah telaahan dan evaluasi awal atas area yang akan diaudit, telaahan dan evaluasi rinci, dan pengujian.

B.     Teknologi PDE auditing

Teknologi auditing sistem informasi telah berkembang seiring perkembangan sistem computer. Beberapa teknologi terkait dengan biaya yang cukup signifikan untuk mengimplementasikannya, sementara teknologi-teknologi lainnya dapat diimplementasikan dengan biaya relative rendah.

B.1.      Test Data

Data pengujian adalah input yang disiapkan oleh auditor yang berisi baik input yang berisi data valid dan maupun tidak valid. Data pengujian dapat digunakan untuk memverifikasi validasi input transaksi rutin, pemrosesan logika, dan penghitungan rutin program-program komputer dan untuk memverifikasi penggabungan perubahan-perubahan program.
Dengan melakukan data pengujian, program masa ekonomis produksi reguler dapat digunakan, dan hal ini penting untuk memastikan bahwa data pengujian tidak memengaruhi file-file yang disimpan oleh sistem.
Data pengujian dapat dilakukan dengan membuat bentuk input untuk uji transaksi fiktif atau dengan cara lainnya, dengan mengkaji ulang data input aktual dan memilih beberapa transaksi riil untuk pemrosesan sebagai data pengujian. Teknik lainnya yang jarang digunakan adalah menciptakan data pngujian dengan menggunakan generator data pengujian yang secara khusus didesain dengan program komputer untuk menciptakan data komprehensif berdasarkan data input.

B.2.      Integrated Test Facility

ITF menggunakan baik data pengujian maupun penciptaan record fiktif (vendor, karyawan) pada file master sebuah sistem computer. ITF pada umumnya digunakan unuk mengaudit sistem aplikasi komputer besar yang menggunakan teknologi pemrosesan real time.

B.3.      Parallel Simulation

Pemrosesan data riil melalui program audit. Output disimulasikan dan dibandingkan dengan output regular demi tujuan pengawasan. Simulasi parallel, pemrosesan redundan terhadap seluruh data input dengan melakukan uji program terpisah, mengizinkan validasi komprehensif dan sangat tepat dilaksanakan pada transaksi penting yang memerlukan audit 100%. Program audit yang digunakan dalam simulasi paralel biasanya merupakan jenis program audit umum yang memproses data dan menghasilkan output yang identik dengan program yang sedang diaudit.

B.4.      Audit software

Program computer yang memungkinkan computer digunakan sebagai alat auditing. Perangkat lunak yang konvensional seperti program penggunaan sistem, program pemunculan kembali informasi, atau bahasa program tingkat tinggi (COBOL) dapat digunakan untuk kegiatan audit ini.

B.5.      Generalized Audit Software

GAS adalah perangkat lunak audit yang secara khusus didesain untuk memungkinkan auditor melakukan fungsi pemrosesan data audit yang terkait. GAS didesain untuk memungkinkan auditor dengan keahlian komputer yang tidak terlalu canggih untuk menjalankan audit yang terkait dengan fungsi-fungsi pemrosesan data. Paket-paket tersebut dapat menjalankan beberapa tugas tertentu seperti menyeleksi data sampel dari file-file, memeriksa perhitungan, dan mencari file-file untuk item-item yang tidak biasa.

B.6.      PC Software

Perangkat lunak yang memungkinkan auditor menggunakan sebuah PC untuk melakukan tugas tugas audit. Paket PC software general purpose seperti perangkat lunak pengolah kata dan spreadsheet telah memiliki banyak aplikasi audit.
ACL, yang dipublikasikan oleh ACL software adalah salah satu contoh perangkat lunak audit. Perangkat lunak ini memungkinkan auditor untuk menghubungkan sebuah PC dengan mainframe atau PC klien dan kemudian mengekstrak dan menganalisis data.

B.7.      Embedded Audit Routine

Rutinitas auditing khusus dimasukkan dalam program computer regular sehingga data transaksi dapat dijadikan subjek analisis audit. Kriteria audit untuk menyeleksi dan mencatat transaksi dengan modul-modul embedded (dilekatkan) harus disediakan oleh auditor. Dalam pendekatan yang disebut system control audit review file (SCARF), pengujian-pengujian terhadap edit-program yang ditentukan auditor untuk membatasi atau menentukan kelayakan, dimasukkan dalam program saat pertama kali program dikembangkan.

C.     Jenis jenis audit PDE

Ada beberapa cara untuk mengaudit PDE yaitu :

C.1.      Audit Around The Computer

 Auditing sekitar komputer dapat dilakukan jika dokumen sumber tersedia dalam bahasa non mesin, dokumen-dokumen disimpan dengan cara yang memungkinkan pengalokasiannya untuk tujuan auditing, outputnya memuat detail yang memadai, yang memungkinkan auditor menelusuri suatu transaksi dari dokumen sumber ke output atau sebalikhya.

C.2.      Audit Through The Computer

 Auditor menguji dan menilai efektivitas prosedur pengendalian operasi dan program komputer serta ketepatan proses di dalam komputer. Keunggulan metode ini adalah bahwa auditor memiliki kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap sistim komputer, hasil kerjanya lebih dapat dipercaya dan sistem memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan lingkungan. Sedangkan kelemahan terletak pada biaya yang sangat besar dan tenaga ahli yang berpengalaman.

C.3.      Audit With The Computer

Audit dilakukan dengan menggunakan komputer dan software untuk mengotomatiskan prosedur pelaksanaan audit. Metode ini lebih sulit dan kompleks serta biayanya paling besar.

Sumber :
http://ianhaka.blogspot.com
http://spi.ub.ac.id/layanan/audit-teknologi-informasi
http://prismamika.blogspot.com
http://bastian90pangaribuan.blogspot.com

http://gomgomrevolution.blogspot.com

Rabu, 01 Januari 2014

Catatan pemasangan Partisi Gypsum pada plafond

Selama ini referensi mengenai pemasangan gypsum sangat jarang ada, yang ada hanya iklan. Bagi kita yang jarang memasang plafond gypsum serta ingin memasang gypsum mungkin catatan pengalaman ini bisa dipakai sebagai referensi untuk pemasangan plafond.
       Untuk cepatnya kita sajikan alat-alat yang dipasang, material yang diperlukan serta metode pemasangan akan saya buat dalam gambar - gambar di bawah ini :
1. Alat serta material yang dibutuhkan :


2. Metode yang dipakai:

Kalao ada keliru tolong dimaafkan, dan bila ada yang bisa ditambahkan, bisa di share ke kami, terima kasih semoga membantu

Kamis, 05 Desember 2013

BAB X

SISTEM PEMROSESAN DATA ELEKTRONIK


1.      Sistem Input

Sistem input terbagi dua :
2.1.   Sistem Input Berbasis Kertas
Input ke dalam sistem akuntansi di sebagian sistem akuntansi berdasarkan pada dokumen sumber yang diisi secara manual dengan tulisan tangan. Dokumen tersebut dikumpulkan dan dikirim ke operasi komputer untuk dicek apakah ada kesalahan dan untuk diproses.
Fase input terdiri dari :
i)        Persiapan dan pengisian dokumen sumber
Dokumen sumber seperti penjualan order disiapkan secara manual. Kesalahan yang mungkin terjadi pada tahap ini diminimalkan dengan merancang dokumen sumber yang baik dan mudah dipahami.
ii)      Pengiriman dokumen sumber ke bagian pengolahan data
Bacth control dan register data yang dikirim merupakan pengendalian dasar atas transfer data antara depertemen penggunaan dengan depertemen pengolahan data.

iii)    Data Entry
Setelah dokumen sumber (seperti faktur) diterima oleh depertemen pengolahan data, dokumen tersebut secara manual diketikkan menggunakan terminal data atau PC dan kemudian disimpan didalam disk.

iv)    Teknik Program Editing Data
Pengeditan data bisa diterapkan untuk setiap struktur data(karakter, field, record, dan file). Teknik editing yang paling mendasar berperan untuk memastikan bahwa semua field data memuat hanya karakter yang valid.

BAB IX

PEMORSESAN FILE DAN KONSEP MANAGEMENT DATA



1.      Tinjauan Teknologi Database

Database pertama yang tersimpan di komputer mainframe besar terpusat yang diakses pengguna dari terminal. Sebagai komputasi terdistribusi dan mikrokomputer menjadi populer pada 1980-an, dua tahu jenis database muncul: database pribadi dan klien / server database.

Salah satu contoh tehnologi database saat ini adalah dimana seorang design web dapat membuat web dengan menarik karena sudah ada tehnologi database generasi baru yang biasa di sebut oracle. Dengan oracle inilah para pendesign web bisa membuat webnya dengan penuh keunikan.
Teknologi database terus mengalami perkembangan sejalan dengan penelitian para ahli. Ada beberapa teknologi database seperti :

BAB VIII

PENGEMBANGAN KEPUTUSAN &

LAPORAN-LAPORAN MANAJEMENT



Manajer dan Keputusan

Manajer adalah orang yang bertanggung jawab atas hasil kerja satu orang atau lebih dalam suatu organisasi.
 Tugas-tugas manajer :
1.      Mengambil keputusan, membuat rencana, menyusun organisasi, pengarahan organisasi, pengendalian, penilaian dan pelaporan.
2.      Harus dapat mendorong bawahanya untuk untuk bekerja giat.
3.      Harus dapat memenuhi semua kebutuhan para bawahannya.
4.      Harus dapat menciptakan kondisi yg membantu bawahannya mendapatkan kepuasannya dalam pekerjannya
5.      Harus berusaha agar para bawahan bersedia memikul tanggung jawab.
6.      Harus membina bawahanya agar dapat bekerja secara efektif dan efisien
7.      Harus membenahi fungsi2 fundamental (Fundamental adalah mendasar, membahas hal yang sangat substansi, bersifat sangat prinsip).
8.      Harus mewakili dan membina hubungan yang harmonis dg pihak luar
9.      Tingkatan manajemen:
10.  Top manaagemet: semua anggota board of director
11.  Middle management, kepala bagian, kepala seksi, kepala divisi
12.  Lower management, suverpisory, para kepala atau mandor

Sabtu, 16 November 2013

Metode Enkripsi One-Time Pad (OTP)

Metode Enkripsi One-Time Pad (OTP)
Dalam dunia kriptografi dikenal sebuah metode penyandian yang sangat kuat sehingga tidak mudah dipecahkan, yaitu metode penyandian One Time Pad (OTP). Metode penyandian OTP pertama kali diperkenalkan oleh Gilbert Vernam dalam perang dunia pertama.
Metode penyandian OTP merupakan salah satu variasi dari metode penyandian substitusi dengan cara memberikan syarat-syarat khusus terhadap kunci yang digunakan yaitu terbuat dari karakter / huruf yang acak (kunci acak atau pad), dan pengacakannya tidak menggunakan rumus tertentu.
Jika kunci tersebut benar-benar acak, digunakan hanya sekali, serta terjaga kerahasiannya dengan baik, maka metode penyandian OTP ini sangat kuat dan tidak dapat dipecahkan.
Dalam kriptografi klasik, yaitu kriptografi jaman dulu yang dikenal dengan sebutan kriptografi kertas dan pensil, teks sandi dari metode penyandian OTP ini diperoleh dengan menjumlahkan / mengurangkan teks aslinya terhadap kunci. Penggunaan kunci ini hanya dan harus hanya sekali pakai. Sedangkan untuk mendapatkan kembali teks aslinya dilakukan pengurangan / penjumlahan teks sandi terhadap kunci tersebut, sebagai kebalikan dari proses menyandi.
Untuk memudahkan dalam operasionalnya huruf-huruf diterjemahkan dahulu kedalam angka 1 sampai 26 dengan A = 1; B = 2; dst sampai Z = 26. Dan dalam perhitungan aljabarnya berupa bilangan modulus 26.
Untuk memudahkan pemahaman, bisa diperhatikan contoh berikut :
Kunci acak :
FGHJV
Pesan yang akan disandi :
DUNIA 
Algoritma : Teks sandi = Teks asli + Kunci
Proses :
Penjumlahan ini dengan bilangan modulus 26
Kunci :                            F= 6            G= 7                  H= 8      J=10      V =22 
Teks Asli/ Plaintext :         D= 4            U=21                 N=14     I= 9       A = 1 
Teks Sandi/Chippertext  :  (6 +4)=10=J  (7+21-26)=2=B  22=V     19=S      23=W 
Teks sandi hasil penyandian :
JBVSW
Metode penyandian OTP ini kekuatannya bertumpu pada keacakan kuncinya, sehingga kunci yang digunakan untuk proses penyandian tersebut harus dilindungi dengan baik. 
Metode enkripsi one-time pad merupakan salah satu golongan metode enkripsi kunci simetris, kategori stream cipher. Metode ini sering disebut Vernam Cipher, yang merupakan metode enkripsi kunci simetris yang tidak terpecahkan (unbreakable by exhaustive search). Metode enkripsi one-time pad merupakan metode yang sempurna (perfect methods) yang paling sederhana.
Metode ini disebut sebagai perfect methods karena beberapa hal, yaitu:
1.      Tidak mungkin bisa dipecahkan dengan melakukan perhitungan matematis.
2.      Tidak mungkin ada dua buah pesan (plaintext) yang berbeda menjadi dua buah ciphertext yang sama.( karena seperti contoh di atas huruf B pada teks sandi bisa didapat dari penjumlahan dengan hasil 2 dan 28)
Metode enkripsi one-time pad memiliki beberapa sifat, yaitu :
1.      Kunci yang digunakan hanya diketahui oleh pengirim dan penerima informasi / pesan.
2.      Kunci dibuat dengan menggunakan PRNG (Pseudo-Random Number Generator) dan bersifat acak, meskipun keadaan proses pembuatan kunci diketahui.
3.      Panjang kunci yang sama dengan panjang pesan.
4.      Kunci hanya digunakan untuk satu kali proses enkripsi (session key).
Metode enkripsi one-time pad disebut metode yang aman dan tidak mungkin dipecahkan karena ada beberapa hal, yaitu :
1.      Plaintext, ciphertext, dan kunci merupakan rangkaian huruf (string) dengan panjang tertentu dan hasil enkripsi berupa ciphertext, yang merupakan hasil XOR plaintext dengan kunci.
2.      Kunci hanya digunakan untuk satu kali proses enkripsi dan setelah kunci selesai digunakan, kunci segera dihancurkan atau dibuang.
3.      Mudah dibuktikan secara matematis, dimana pada metode ini no-nontrivial single ciphertext attacks, diasumsikan pendistribusian kunci secara seragam.
Metode one-time pad atau Vernam Cipher tidak akan bisa dipecahkan apabila digunakan dengan tepat. Apabila setiap karakter pada kunci benar – benar acak, kriptanalis hanya bisa mencoba setiap kunci yang mungkin untuk setiap posisi ciphertext. Proses ini merupakan proses tanpa arti, karena ini sama dengan mencoba semua pesan yang mungkin, yang bisa dienkrip oleh kunci. Sebagai contoh, dengan panjang kunci 14 karakter atau 14 byte = 112 bit, jumlah pesan yang mungkin adalah pada daerah 2112. Ciphertext tidak bisa menyediakan penunjuk, yang mana dari kemungkinan – kemungkinan tersebut merupakan pesan yang sebenarnya.
Algoritma enkripsi-dekripsi dalam metode OTP  :
1.      Plaintext diubah ke dalam bentuk bit sehingga P : {0, 1} l , dimana l adalah panjang pesan dalam bit
2.      Bentuk bilangan random biner sebanyak panjang pesan untuk menjadi kunci. K : {0, 1}l, dimana K adalah kunci
3.      Chipertext didapat dengan melakukan exclusive or (XOR) dari P dan K.
Secara matematik maka
C = Enc(K, P) = P ⊕ K, dimana “⊕” adalah lambang XOR.
P = Dec(K,C) = C ⊕ K = ((P ⊕ K) ⊕ K) = (P ⊕ (K ⊕ K)) = P
Operasi XOR :
0 ⊕ 0 = 0,        0 ⊕ 1 = 1,        1 ⊕ 0 = 1,         1 ⊕  1 = 0  
Rancangan sistem enkripsi an dekripsi dengan algoritma OTP diperlihatkan pada langkah berikut:


Perancangan Sistem dan Penerapannya
Rancangan sistem enkripsi an dekripsi dengan algoritma OTP diperlihatkan pada langkah berikut:
1. Mengambil berkas text dengan ukuran tertentu.
2. Membentuk berkas kunci yang berukuran sama dengan ukuran berkas masukan.
3. Melakukan enkripsi dengan melakukan proses XOR pada berkas masukan dan berkas kunci yang sudah diubahkan ke dalam bentuk ASCII.
4. Berkas chipertext didapat dengan melakukan konversi hasil proses XOR enkripsi ke dalam bentuk berkas text.
5. Proses dekripsi dilakukan dengan proses yang sama tetapi dengan melakukan proses XOR antara chipertext

dengan berkas kuncinya.

Kamis, 14 November 2013

BAB VII PENGEMBANGAN SISTEM SUATU SURVEI

1.      Siklus Hidup Pengembangan Sistem

Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi.
Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase,yaitu :

A.     Perencanaan sistem
Dalam fase perencanaan sistem dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan sistem informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemakai informasi. Proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.
Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk mendukung pengembangan sistem. Selama fase perencanaan sistem, dipertimbangkan :
·         faktor-faktor kelayakan (feasibility factors) yang berkaitan dengan kemungkinan berhasilnya sistem informasi yang dikembangkan dan digunakan, yaitu:
·         faktor-faktor strategis (strategic factors) yang berkaitan dengan pendukung sistem informasi dari sasaran bisnis dipertimbangkan untuk setiap proyek yang diusulkan. Nilai-nilai yang dihasilkan dievaluasi untuk menentukan proyek sistem mana yang akan menerima prioritas yang tertinggi, yaitu:

B.     Analisis Sistem
Dalam fase ini dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem;definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis sistem. Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem. Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan untuk mengembangkan suatu sistem baru.
Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.
Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.
Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan sampai semua peserta setuju
C.     Perancangan sistem secara umum / konseptual

Arti Perancangan Sistem :
•          Tahap setelah analisis dari Siklus Hidup Pengembangan Sistem
•          Pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional
•          Persiapan untuk rancang bangun implementasi
•          Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
•          Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi
•          Termasuk menyangkut mengkonfirmasikan
Dalam fase ini dibentuk alternatif-alternatif perancangan konseptual untuk pandangan pemakai. Alternatif ini merupakan perluasan kebutuhan pemakai. Alternatif perancangan konseptual memungkinkan manajer dan pemakai untuk memilih rancangan terbaik yang cocok untuk kebutuhan mereka.
Pada fase ini analis sistem mulai merancang proses dengan mengidentifikasikan laporan-laporan dan output yang akan dihasilkan oleh sistem yang diusulkan. Data masing-masing laporan ditentukan. Biasanya, perancang sistem membuat sketsa form atau tampilan yang mereka harapkan bila sistem telah selesai dibentuk. Sketsa ini dilakukan pada kertas atau pada tampilan komputer.
Jadi, perancangan sistem secara umum berarti untuk menerangkan secara luas bagaimana setiap komponen perancangan sistem tentang output, input, proses, kendali, database dan teknologi akan dirancang. Perancangan sistem ini juga menerangkan data yang akan dimasukkan, dihitung atau disimpan. Perancang sistem memilih struktur file dan alat penyimpanan seperti disket, pita magnetik, disk magnetik atau bahkan file-file dokumen. Prosedur-prosedur yang ditulis menjelaskan bagaimana data diproses untuk menghasilkan output.

D.     Evaluasi dan seleksi sistem
Akhir fase perancangan sistem secara umum menyediakan point utama untuk keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam fase evaluasi dan seleksi sistem ini nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam laporan evaluasi dan seleksi sistem.
Jika tak satupun altenatif perancangan konseptual yang dihasilkan pada fase perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua altenatif akan dibuang. Biasanya, beberapa alternatif harus terbukti dapat dibenarkan, dan salah satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan akhir. Bila satu alternatif perancangan sudah dipilih, maka akan dibuatkan rekomendasi untuk sistem ini dan dibuatkan jadwal untuk perancangan detailnya.

E.     Perancangan sistem secara detail
  Fase perancangan sistem secara detail menyediakan spesifikasi untuk perancangan secara konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang dan dijelaskan secara detail.
Perencanaan output (layout) dirancang untuk semua layar, form-form tertentu dan laporan-laporan yang dicetak. Semua output direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan. Semua input ditentukan dan format input baik untuk layar dan form-form biasa direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan.
Alat-alat perancangan sistem yang digunakan adalah :
•          Spesifikasi proses untuk menjelaskan bagaimana data ditransformasikan menjadi informasi, seperti Pseudocode, Structure english, dan Tabel keputusan.
•          Hierachy Plus Input, Process, Output (HIPO) untuk merepresentasikan hirarki modul-modul program tidak termasuk dokumentasi interface antar modul.
•          Diagram Warnier-Orr (W/O) untuk merepresentasikan struktur program dari gambaran umum sampai detail.
•          Structure chart untuk merepresentasikan hirarki modul-modul program termasuk dokumentasi interface antar modul.
•          Diagram Jackson untuk merepresentasikan struktur program.

F.      Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi sistem
Pada fase ini :
•          sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi.
•          Sejumlah tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi sistem baru.
•          laporan implementasi yang dibuat pada fase ini ada dua bagian, yaitu:
•          rencana implementasi dalam bentuk Gantt Chart atau Program and Evaluation Review Technique (PERT) Chart.
•          penjadwalan proyek dan teknik manajemen.
Bagian kedua adalah laporan yang menerangkan tugas penting untuk melaksanakan implementasi sistem, seperti :
•          pengembangan perangkat lunak
•          Persiapan lokasi peletakkan sistem
•          Instalasi peralatan yang digunakan

•          Pengujian Sistem
•          Pelatihan untuk para pemakai sistem
•          Persiapan dokumentasi

2.      Standar-standar Dokumentasi

Standard-standard dokumentasi Dokumentasi merupakan hal yang sangat penting dilakukan karena akan menjadi acuan pada tahapan operasi dan pemeliharaan Pada tahapan ini, dokumentasi yang dibuat dapat dibagi menjadi tiga jenis :
● Dokumentasi pengembangan
Dokumentasi ini menjabarkan sistem secara lengkap, mencakup deskripsi sistem, bentuk keluaran, bentuk masukan, bentuk basis data, bagan alir program, hasil pengujian, dan bahkan lembar penerimaan pemakai
● Dokumentasi operasi
Dokumentasi ini mencakup antara lain jadwal pengoperasian, cara pengoperasian peralatan, faktor-faktor keamanan, dan masa berlakunya suatu berkas
● Dokumentasi pemakai
Berisi petunjuk untuk menggunakan masing-masing program dan juga mencakup materi pelatihan

Operasi dan Perawatan
● Perawatan perfektif ditujukan untuk memperbaharui sistem sebagai tanggapan atas perubahan kebutuhan pemakai dan kebutuhan organisasi, meningkatkan efisiensi sistem, dan memperbaiki dokumentasi
● Perawatan adaptif, berupa perubahan aplikasi untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan perangkat keras dan perangkat lunak baru. Sebagai contoh, perawatan ini dapat berupa perubahan aplikasi dari mainframe ke lingkungan client/server atau mengonversi dari sistem berbasis berkas ke lingkungan basis data
● Perawatan korektif berupa pembetulan atas kesalahan-kesalahan yang ditemukan pada saat sistem berjalan
                                  

3.      Teknologi dan praktik pengembangan sistem

Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk sistem diantaranya adalah :
1.      HIPO diagram Path Method dan PERT
2.      Data flow diagram Review Technique.
3.      Structured chart penjadwalan proyek
4.      SADT diagram
5.      Warnier / Orr diagram technique
6.      Jackson’s diagram untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta- fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada.

Beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum, yaitu dapat digunakan disemua metodologi - Wawancara (Interview) yang ada. Alat-alat ini berupa suatu bagan, - diantaranya :
a.       Bagan alir sistem (System Flowchart)
b.      Bagan alir program (Program Flowchart)
c.       Bagan alir kerta kerja (Paperwork Flowchart)
d.      Bagan alir hubungan database (Database relationship Flowchart)
e.       Bagan alir proses (Process Flowchart)
f.       Gant chart

 

4.      Perencanaan dan pengorganisasian proyek sistem

Teknik analisis biaya/manfaat (Cost Effectiveness Analysis atau Cost Benefit Analysis) adalah suatu teknik yang digunakan untuk menghitung biaya yang berhubungan dengan pengembangan sistem informasi seperti :
-          biaya pengadaan
-          biaya persiapan
-          biaya proyek
-          biaya operasi
serta manfaat yang didapat dari sistem informasi seperti :
-          manfaat mengurangi biaya
-          manfaat mengurangi kesalahan
-          manfaat meningkatkan kecepatan aktivitas
-          manfaat meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen
Teknik untuk menjalankan rapat
Tujuan dari rapat dalam pengembangan sistem diantaranya adalah untuk :
-          mengumpulkan ide-ide
-          memecahkan permasalahan-permasalahan
-          menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi
-          menganalisis kemajuan proyek
-          mengumpulkan data atau fakta
-          perundingan-perundingan
Tahapan pelaksanaan kegiatan ;
-          merencanakan rapat
-          menjalankan rapat
-          menindaklanjuti hasil rapat
Teknik Inspeksi / Walkthrough
Proses dari analisis dan desain sistem harus diawasi. Pengawasan ini dapat dilakukan dengan cara memverifikasi hasil dari setiap tahap; pengembangan sistem. Verifikasi hasil kerja secara formal dengan Inspeksi (inspection) sedangkan yang tidak formal disebut Walkthrough.
Penyebab kegagalan pengembangan sistem :
1.      Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
2.      Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai
3.      Kurang sempurnanya evaluasi kualitas dan analisis biaya - mendefinisikan masalah
4.      Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan
5.      Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yg tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai
6.      Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
7.      Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik


 Sumber - sumber :