Berikut Syntax expression builder yg sering dipakai :
1. Untuk menampilkan Nama Bulan :
NamaBulanAja: MonthName ( month[TanggalBulanTahun]; true )
note : tanda ; untuk beberapa setting bisa jadi berganti ,
2. Untuk menampilkan Tanggal :
TglAja: Day([TanggalBulanTahun])
3. Untuk menampilkan Tahun :
TahunAja: Year([TanggalBulanTahun])
atau
TahunAja: Year(#1/12/2015#)
4. Untuk menghitung selisih hari terhadap hari ini :
SelisihHari: DateDiff("d";[TglInput];Date())
dimana d : untuk selisih hari
[TglInput] : Tanggal Awal
Date() : tanggal hari ini
untuk sementara itu saja dulu, bila ada perkembangan dan tambahan ilmu akan saya share....
terima kasih
Senin, 28 Desember 2015
Jumat, 11 Desember 2015
Menghitung selisih waktu pada access
Bagaimana Anda menghitung perbedaan antara bidang / waktu dua tanggal, seperti jam kerja antara jam-start dan jam-finish?
Gunakan DateDiff () untuk menghitung waktu yang telah berlalu. Ia mengembalikan seluruh nomor saja, jadi jika Anda ingin jam dan fraksi satu jam, Anda harus bekerja dalam beberapa menit. Jika Anda ingin menit dan detik, Anda harus mendapatkan perbedaan dalam hitungan detik.
Dalam Query untuk menghitung selisih waktu antara waktu finish (WF) dengan waktu start (WS) dilakukan dengan cara :
Menghitung dalam satuan :
Hari : DateDiff ("d";(WS);(WF))
Jam : DateDiff ("h";(WS);(WF))
Menit : DateDiff ("n";(WS);(WF))
Detik : DateDiff ("s";(WS);(WF))
--> perhatikan separator ; dalam beberapa setting bisa dalam bentuk ,
Untuk menampilkan nilai ini sebagai jam dan menit pada laporan Anda, gunakan kotak teks dengan ini Pengendalian Sumber:
= ((WS)-(WF)) \ 60 & Format (((WS)-(WF)) Mod 60; "\: 00")
Formula ini menggunakan:
* operator pembagian integer (\) daripada divisi biasa (/), hanya seluruh jam;
* operator Mod untuk mendapatkan kiri atas menit setelah membagi dengan 60;
* Format () fungsi untuk menampilkan menit sebagai dua digit dengan usus literal.
Jangan menggunakan rumus langsung dalam query jika Anda ingin untuk jumlah waktu; nilai itu menghasilkan hanya sepotong teks.
sementara ini saja yg bisa saya sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih
Sumber : http://allenbrowne.com/casu-13.html
Gunakan DateDiff () untuk menghitung waktu yang telah berlalu. Ia mengembalikan seluruh nomor saja, jadi jika Anda ingin jam dan fraksi satu jam, Anda harus bekerja dalam beberapa menit. Jika Anda ingin menit dan detik, Anda harus mendapatkan perbedaan dalam hitungan detik.
Dalam Query untuk menghitung selisih waktu antara waktu finish (WF) dengan waktu start (WS) dilakukan dengan cara :
Menghitung dalam satuan :
Hari : DateDiff ("d";(WS);(WF))
Jam : DateDiff ("h";(WS);(WF))
Menit : DateDiff ("n";(WS);(WF))
Detik : DateDiff ("s";(WS);(WF))
--> perhatikan separator ; dalam beberapa setting bisa dalam bentuk ,
Untuk menampilkan nilai ini sebagai jam dan menit pada laporan Anda, gunakan kotak teks dengan ini Pengendalian Sumber:
= ((WS)-(WF)) \ 60 & Format (((WS)-(WF)) Mod 60; "\: 00")
Formula ini menggunakan:
* operator pembagian integer (\) daripada divisi biasa (/), hanya seluruh jam;
* operator Mod untuk mendapatkan kiri atas menit setelah membagi dengan 60;
* Format () fungsi untuk menampilkan menit sebagai dua digit dengan usus literal.
Jangan menggunakan rumus langsung dalam query jika Anda ingin untuk jumlah waktu; nilai itu menghasilkan hanya sepotong teks.
sementara ini saja yg bisa saya sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih
Sumber : http://allenbrowne.com/casu-13.html
Senin, 31 Agustus 2015
Formula VBA pada access
Kumpulan kode VBA pada access :
1. Untuk menampilkan data barang
Private Sub DataBarang_Click()
DoCmd.OpenForm "frmBarang"
DoCmd.GoToRecord , , acNewRec
Me.Refresh
DoCmd.Close acForm, Me.Name, acSaveYes
End Sub
2. Untuk menampilkan report Stock Barang
Private Sub LaporanStokBarangWPrice_Click()
DoCmd.OpenReport "rpStokBarang", acViewPreview
Me.Refresh
End Sub
3. Perintah keluar dari program access
Private Sub Keluar_Click()
If MsgBox("Apakah Anda Akan keluar...?", _
vbYesNo + vbdefaulbutton2 + vbQuestion, "Konfirmasi Keluar") = vbYes Then
On Error Resume Next
DoCmd.DoMenuItem acFormBar, acRecordsMenu, acSaveRecord, , acMenuVer70
DoCmd.CloseDatabase
Else
On Error Resume Next
DoCmd.DoMenuItem acFormBar, acEditMenu, 8, , acMenuVer70
DoCmd.DoMenuItem acFormBar, acEditMenu, 6, , acMenuVer70
End If
End Sub
4. Untuk menampilkan tabel Data Barang dengan menggunakan double klik, sekalian sort field nama secara ascending
Private Sub KodePemasok_DblClick(Cancel As Integer)
DoCmd.OpenTable "tbPemasok", acViewNormal
DoCmd.SetOrderBy "nama asc"
End Sub
5. Untuk menyembunyikan proses pada access, serta menutup query yg ingin ditutup.
Private Sub Simpan_Click()
'meng - off kan proses query
DoCmd.SetWarnings False
'menJALANkan query
DoCmd.OpenQuery "QPrintDTHDAppend", acViewNormal
'meNUTUP query
DoCmd.Close acQuery, "QPrintDTHDAppend"
'meng - ON kan proses query
DoCmd.SetWarnings True
End Sub
1. Untuk menampilkan data barang
Private Sub DataBarang_Click()
DoCmd.OpenForm "frmBarang"
DoCmd.GoToRecord , , acNewRec
Me.Refresh
DoCmd.Close acForm, Me.Name, acSaveYes
End Sub
2. Untuk menampilkan report Stock Barang
Private Sub LaporanStokBarangWPrice_Click()
DoCmd.OpenReport "rpStokBarang", acViewPreview
Me.Refresh
End Sub
3. Perintah keluar dari program access
Private Sub Keluar_Click()
If MsgBox("Apakah Anda Akan keluar...?", _
vbYesNo + vbdefaulbutton2 + vbQuestion, "Konfirmasi Keluar") = vbYes Then
On Error Resume Next
DoCmd.DoMenuItem acFormBar, acRecordsMenu, acSaveRecord, , acMenuVer70
DoCmd.CloseDatabase
Else
On Error Resume Next
DoCmd.DoMenuItem acFormBar, acEditMenu, 8, , acMenuVer70
DoCmd.DoMenuItem acFormBar, acEditMenu, 6, , acMenuVer70
End If
End Sub
4. Untuk menampilkan tabel Data Barang dengan menggunakan double klik, sekalian sort field nama secara ascending
Private Sub KodePemasok_DblClick(Cancel As Integer)
DoCmd.OpenTable "tbPemasok", acViewNormal
DoCmd.SetOrderBy "nama asc"
End Sub
5. Untuk menyembunyikan proses pada access, serta menutup query yg ingin ditutup.
Private Sub Simpan_Click()
'meng - off kan proses query
DoCmd.SetWarnings False
'menJALANkan query
DoCmd.OpenQuery "QPrintDTHDAppend", acViewNormal
'meNUTUP query
DoCmd.Close acQuery, "QPrintDTHDAppend"
'meng - ON kan proses query
DoCmd.SetWarnings True
End Sub
6. Untuk membuka file lain dengan menggunakan tombol (OpenFile)
Private Sub OpenFile_Click()
Application.FollowHyperlink "D:\1Zsnsn\SusuBarokah\20151008 Inventory .mdb", newwindow:=True
End Sub
Private Sub OpenFile_Click()
Application.FollowHyperlink "D:\1Zsnsn\SusuBarokah\20151008 Inventory .mdb", newwindow:=True
End Sub
Minggu, 21 Juni 2015
MultilevelSort query pada Access
Suatu ketika saya sedang membuat query dengan menggunakan Microsoft Access saya mengalami kesulitan untuk menerapkan beberapa macam/ sekaligus sorting sesuai urutan yang saya inginkan. ( dalam excel melakukan multiple sort sesuai dengan yang kita inginkan sangatlah mudah).
Misalnya, jika kita memiliki sebuah meja penuh pelanggan dan alamat mereka, Anda mungkin memilih untuk pertama mengurutkan catatan kota, kemudian lebih lanjut mengurutkan mereka berdasarkan abjad dengan nama terakhir.
Misalnya, jika kita memiliki sebuah meja penuh pelanggan dan alamat mereka, Anda mungkin memilih untuk pertama mengurutkan catatan kota, kemudian lebih lanjut mengurutkan mereka berdasarkan abjad dengan nama terakhir.
Kamis, 09 April 2015
Cara Print bolak-balik MS Word dan Power Point- Booklet
Saat ini, sumber materi kuliah amatlah banyak, bisa dari dosen, google dll. Sedangkan belajar online (membaca lewat komputer) tidaklah nyaman. Kadang-kadang untuk lebih memahami materi pengajaran kita print.
Namun bila kita print maka akan membutuhkan jumlah kertas yang banyak,
Dulu saya menggunakan kertas bekas yang masih ada lembaran kertas kosong pada satu sisinya, namun efeknya :
1. Kadang saya kurang menghargai materi tersebut, karena dari kertas bekas
2. Kadang kita lupa membuang materi tersebut karena di asumsikan kertas bekas sungguhan.
3. Berat bila diangkut kemana-mana
Rabu, 08 April 2015
Trik mengubah tahun pada excel
Langsung aja.... mengubahnya dengan : =DATE(YEAR(B7)+2;MONTH(B7);DAY(B7))
dimana mungkin di beberapa komputer ; --> ,
logika berfikirnya adalah dalam bahasa inggris format tanggal adalah Tahun-Bulan-Tanggal, jadi kita bisa mengubah tanggal dengan rumus di atas juga
terima kasih
dimana mungkin di beberapa komputer ; --> ,
logika berfikirnya adalah dalam bahasa inggris format tanggal adalah Tahun-Bulan-Tanggal, jadi kita bisa mengubah tanggal dengan rumus di atas juga
terima kasih
Menampilkan Nama hari pada excel
Kadang-kadang kita menginginkan menampilkan nama hari dari suatu tanggal, adapun caranya di excel adalah dengan menggunakan formula : =TEXT(WEEKDAY(C7);"DDDD")
demikian cara singkatnya
Terima kasih
demikian cara singkatnya
Terima kasih
Selasa, 24 Februari 2015
Export hasil query data di access 2007 ke file excel 2013 dengan menggunakan modul
Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara mengeksport data dari hasil query pada access 2007 menjadi file excel 2013.
Setelah mencari dimana-mana akhirnya ketemu juga caranya, adappun langkah - langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Buatlah button pada form access dengan nama : ExportExcel
2. Buat event on click pada button tersebut :
Private Sub ExportExcel_Click()
DoCmd.TransferSpreadsheet acExport, acSpreadsheetTypeExcel12, "vwJualDetailHarian", "D:\Mail to\SparePart\" & Format(Date, "yyyyMMdd") & " Historical Spare part out Pool3" & ".xls", True
End Sub
yang mempunyai makna : export lah data dari query : vwJualDetailHarian ke dalam folder : D:\Mail to\SparePart\ dengan menggunakan nama diawali tanggal hari ini ( tahun_bulan_hari) diakhiri dengan Historical Spare part out Pool3 dengan format .xls
catatan :
a. Kita dapat mengexport data sesuai hasil olahan query yang kita inginkan, dengan sedikit memberikan perintah misalnya kita ingin mengexport data pada tanggal - tanggal tertentu dengan terlebih dulu memberikan parameter pada query kita vwJualDetailHarian ( misal : [Tanggal Diminta (tgl/bln)] ) sehingga event yang ada menjadi :
Private Sub ExportExcel_Click()
DoCmd.OpenQuery "vwJualDetailHarian"
DoCmd.Close acQuery, "vwJualDetailHarian"
DoCmd.TransferSpreadsheet acExport, acSpreadsheetTypeExcel12, "vwJualDetailHarian", "D:\Mail to\SparePart\" & Format(Date, "yyyyMMdd") & " Historical Spare part out Pool3" & ".xls", True
End Sub
b. Yang perlu di ingat bahwa bila akan membuka file tersebut muncul peringatan bahwa file akan dibuka dengan format yang lain, klik aja yes.
Demikian solusi yang telah saya dapatkan hari ini, semoga membantu.
Setelah mencari dimana-mana akhirnya ketemu juga caranya, adappun langkah - langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Buatlah button pada form access dengan nama : ExportExcel
2. Buat event on click pada button tersebut :
Private Sub ExportExcel_Click()
DoCmd.TransferSpreadsheet acExport, acSpreadsheetTypeExcel12, "vwJualDetailHarian", "D:\Mail to\SparePart\" & Format(Date, "yyyyMMdd") & " Historical Spare part out Pool3" & ".xls", True
End Sub
yang mempunyai makna : export lah data dari query : vwJualDetailHarian ke dalam folder : D:\Mail to\SparePart\ dengan menggunakan nama diawali tanggal hari ini ( tahun_bulan_hari) diakhiri dengan Historical Spare part out Pool3 dengan format .xls
catatan :
a. Kita dapat mengexport data sesuai hasil olahan query yang kita inginkan, dengan sedikit memberikan perintah misalnya kita ingin mengexport data pada tanggal - tanggal tertentu dengan terlebih dulu memberikan parameter pada query kita vwJualDetailHarian ( misal : [Tanggal Diminta (tgl/bln)] ) sehingga event yang ada menjadi :
Private Sub ExportExcel_Click()
DoCmd.OpenQuery "vwJualDetailHarian"
DoCmd.Close acQuery, "vwJualDetailHarian"
End Sub
b. Yang masih saya tidak ketahui bahwa kenapa saat kita klik button tersebut muncul permintaan mengisikan tanggal yang diminta sebanyak 2 kali ??. --> ketik aja tanggal yang sama. ini bisa diterapkan sesuai dengan parameter yang kita inginkan.
Demikian solusi yang telah saya dapatkan hari ini, semoga membantu.
Sabtu, 14 Februari 2015
Menggunakan perhitungan selisih waktu dan menentukan hari pada tanggal tertentu pada access
Dalam membuat script pada Modul di access kadang-kadang kita ingin mencari selisih antara dua tanggal dari tanggal yang telah ditentukan dengan tanggal sekarang.
Setelah mencari kemana-mana akhirnya saya temukan caranya ( sumber : http://www.pctools.com/guides/scripting/id/23/?act=reference) yaitu :
Date () - Mengembalikan Sistem Tanggal saat ini
Date () berfungsi mengembalikan tanggal dari ke jam sistem.
DateAdd () - Mengubah Tanggal oleh Ditentukan Waktu Interval
DateAdd () berfungsi memungkinkan kita untuk mengubah tanggal dengan menambahkan atau mengurangi dengan interval waktu tertentu. Misalnya, menghitung tanggal 9 hari yang lalu.
DateDiff () - Menghitung Perbedaan Antara Dua Tanggal
DateDiff () digunakan untuk membandingkan dua tanggal dan menghitung periode antara mereka dalam beberapa hari, bulan, tahun, jam, menit atau detik.
Contoh control sourse pada access : =DateDiff("d";[TanggalPO];Now()) artinya hitunglah selisih hari dari tanggal field ( Name : TanggalPO) dengan waktu sekarang,
note : pemakaian " ; " bisa digantikan dengan " , " menyesuaikan dengan setting regional
DatePart () - Menentukan Bagian Tertentu dari Tanggal Mengingat
DatePart () digunakan untuk menentukan bagian tertentu dari tanggal tertentu, misalnya hari dalam seminggu atau sebulan tahun.
DateSerial () - Membuat Tanggal Variabel dari Hari, Bulan dan Tahun
DateSerial () untuk menciptakan variabel tanggal dari dipasok hari, bulan dan / atau parameter tahun.
Datevalue () - Membuat Tanggal dari Terformat Tanggal String
Datevalue () menciptakan variabel tanggal dari tanggal yang disediakan diformat (dan / atau waktu) string.
Day() - Tentukan Hari dari Tanggal
Day() digunakan untuk menentukan hari dari tanggal variabel atau format string
FormatDateTime () - Membuat Terformat Tanggal String
FormatDateTime () untuk menciptakan format string tanggal / waktu dari tanggal yang disediakan.
Hour() - Menentukan Jam dari Tanggal / Waktu
Hour() digunakan untuk menentukan jam dari tanggal / variabel waktu atau format string.
Minute() - Tentukan menit dari Tanggal / Waktu
Minute() digunakan untuk menentukan jumlah menit dari tanggal / variabel waktu atau format string.
Month() - Tentukan Bulan dari Tanggal
Month() digunakan untuk menentukan bulan dari tanggal variabel atau format string.
MonthName () - Menciptakan string yang menunjukkan bulan tertentu
MonthName () berfungsi merepresentasi string dari nama untuk bulan tertentu, misalnya Januari ... Desember.
Now() - Mengembalikan tanggal dan waktu
Now() mengembalikan fungsi tanggal dan waktu sesuai dengan pengaturan tanggal sistem komputer host dan waktu.
Second() - Tentukan Detik dari Tanggal / Waktu
Second() digunakan untuk menentukan jumlah detik dari tanggal / variabel waktu atau format string.
Time() - Mengembalikan waktu sistem saat ini
Time() mengembalikan fungsi waktu saat ini sesuai dengan pengaturan waktu sistem komputer host.
Timer () - Mengembalikan jumlah detik sejak tengah malam
Timer () mengembalikan fungsi jumlah detik yang telah berlalu sejak 00:00 (tengah malam).
TimeSerial () - Membuat waktu dari Jam, Menit dan Detik
TimeSerial () fungsi menciptakan tanggal varian untuk waktu yang ditentukan dengan menggunakan jam, menit dan detik.
TIMEVALUE () - Membuat waktu dari waktu string yang diformat
TIMEVALUE () menciptakan varian tanggal yang berisi waktu dari yang disediakan format waktu string.
WeekDay() - Menentukan hari kerja dari tanggal
Weekday () adalah fungsi yang digunakan untuk menentukan hari kerja dari tanggal variabel atau format string.
WeekdayName () - Menciptakan string yang menunjukkan hari kerja yang ditentukan
WeekdayName () mengembalikan fungsi representasi string dari nama untuk hari kerja tertentu, misalnya Senin ... Minggu.
contoh pada source code: =WeekdayName(Weekday([TanggalPO];0)) artinya mencari hari pada field TanggalPO dengan nilau awal minggu sebagai 0.
Year() - Menentukan tahun dari tanggal
Year() adalah fungsi yang digunakan untuk menentukan tahun sejak tanggal variabel yang disediakan atau format string.
Semoga sedikit ini bisa membantu...
Senin, 09 Februari 2015
Tipe data numer_decimal dalam Access
Pagi temen-temen.... lama nggak ngisi blog, kemarin saat membuat program dengan menggunakan Access, ternyata ada sedikit tantangan saat membuat form dengan menggunakan tipe data yang ada.
Masalahnya :
Saat kita menginput pada form data : 23,5 kenapa muncul di form adalah 24 ??
Jawaban :
Setelah searching kemana-mana didapat informasi sebagai berikut :
1. Buat tipe data number : decimal ( karena selain decimal kelihatannya tidak bisa ?), walaupun beresiko menambah memori ( 12 byte)
2. Ubah precesion dan scala nya dengan berpedoman sebagai berikut ( pikir sendiri logikanya)
Precision of a number adalah jumlah digit.
Scale of a number adalah jumlah digit setelah titik desimal.
Apa yang umumnya tersirat saat mengatur presisi dan skala definisi lapangan adalah bahwa mereka mewakili nilai maksimum.
Misalnya, bidang desimal didefinisikan dengan presisi = 5 dan skala = 2 akan memungkinkan nilai-nilai berikut:
123,45 (p = 5, s = 2)
12,34 (p = 4, s = 2)
12345 (p = 5, s = 0)
123,4 (p = 4, s = 1)
0 (p = 0, s = 0)
Nilai-nilai berikut ini tidak diijinkan atau akan menyebabkan kehilangan data:
12,345 (p = 5, s = 3) => bisa dipotong menjadi 12.35 (p = 4, s = 2)
1.234,56 (p = 6, s = 2) => bisa dipotong menjadi 1.234,6 (p = 5, s = 1)
123,456 (p = 6, s = 3) => bisa dipotong menjadi 123,46 (p = 5, s 2 =)
123.450 (p = 6, s = 0) => di luar jangkauan
dengan cara di atas, maka permasalahan bila kita ketik angka 23,5 agar tampil sesuai yang kita inginkan maka dibuat : type data decimal, dengan nilai p=4, s=2
Semoga tulisan ini membantu saya mengingat kasus yang lain & membantu pembaca sekalian.
Salam...
Masalahnya :
Saat kita menginput pada form data : 23,5 kenapa muncul di form adalah 24 ??
Jawaban :
Setelah searching kemana-mana didapat informasi sebagai berikut :
1. Buat tipe data number : decimal ( karena selain decimal kelihatannya tidak bisa ?), walaupun beresiko menambah memori ( 12 byte)
2. Ubah precesion dan scala nya dengan berpedoman sebagai berikut ( pikir sendiri logikanya)
Precision of a number adalah jumlah digit.
Scale of a number adalah jumlah digit setelah titik desimal.
Apa yang umumnya tersirat saat mengatur presisi dan skala definisi lapangan adalah bahwa mereka mewakili nilai maksimum.
Misalnya, bidang desimal didefinisikan dengan presisi = 5 dan skala = 2 akan memungkinkan nilai-nilai berikut:
123,45 (p = 5, s = 2)
12,34 (p = 4, s = 2)
12345 (p = 5, s = 0)
123,4 (p = 4, s = 1)
0 (p = 0, s = 0)
Nilai-nilai berikut ini tidak diijinkan atau akan menyebabkan kehilangan data:
12,345 (p = 5, s = 3) => bisa dipotong menjadi 12.35 (p = 4, s = 2)
1.234,56 (p = 6, s = 2) => bisa dipotong menjadi 1.234,6 (p = 5, s = 1)
123,456 (p = 6, s = 3) => bisa dipotong menjadi 123,46 (p = 5, s 2 =)
123.450 (p = 6, s = 0) => di luar jangkauan
dengan cara di atas, maka permasalahan bila kita ketik angka 23,5 agar tampil sesuai yang kita inginkan maka dibuat : type data decimal, dengan nilai p=4, s=2
Semoga tulisan ini membantu saya mengingat kasus yang lain & membantu pembaca sekalian.
Salam...
Jumat, 04 Juli 2014
BAB VII :Teknologi Sistem Informasi Perbankan
7.1.Teknologi Sistem Informasi Perbankan
Penerapan
teknologi komputer dan telekomunikasi di perbankan merupakan fenomena yang
berkembang sangat luas dan cepat di perbankan nasional. Istilah ini mengacu ke
ketentuan mengenai penggunaan Teknologi Sistem Informasi (TSI) oleh bank yang
dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
Keberhasilan
bank akan sangat ditentukan kualitas kinerja TSI, yang akan terus dikembangkan
secara luas untuk memenuhi kepentingan bisnis bank dan nasabahnya.
Kecenderungan proses otomatisasi ini akan terus berlanjut di tahun-tahun
mendatang, seiring dengan perkembangan perbankan nasional sebagai lembaga
kepercayaan masyarakat dalam menjalankan fungsi sebagai perantara keuangan
(financial intermediary).
7.2.Perkembangan Teknologi Komputer Di Perbankan.
Semakin
majunya teknologi di dunia transaksi perbankanpun mulai mengunakan teknologi
berbasis komputer untuk mempermudah transaksi dengan nasabah. yang tadinya
melayani nasabah dengan harus bertemu / nasabah datang ke cabang2 bank yang
disediakan oleh bank yang dia gunakan untuk menabung/infertasi menjadi lebih
mudah karena bank mulai mengunakan teknoligi berbasis komputer dan sekarang
sudah bisa mengakses lewat internet bahkan dengan mobile “HP” dengan SMS sudah
banyak diterapkan bank.
Minggu, 11 Mei 2014
BAB IV RASIO KEUANGAN BANK & TINGKAT KESEHATAN BANK
I.
Pengenalan Rasio Keuangan
Bank
Analisis
rasio keuangan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh gambaran perkembangan
finansial dan posisi finansial perusahaan. Analisis rasio keuangan berguna
sebagai analisis intern bagi manajemen perusahaan untuk mengetahui hasil
finansial yang telah dicapai guna perencanaan yang akan datang dan juga untuk
analisis intern bagi kreditor dan investor untuk menetukan kebijakan pemberian
kredit dan penanaman modal suatu perusahaan (Bahtiar Usman, 2003).
Analisis
rasio merupakan salah satu alat analisis keuangan yang banyak digunakan. Rasio merupakan
alat untuk menyediakan pandangan terhadap kondisi yang mendasari. Rasio
merupakan salah satu titik awal, bukan titik akhir. Rasio yang
diinterprestasikan dengan tepat mengidentifikasi area yang memerlukan
investigasi lebih lanjut. Analisa rasio dapat mengungkapkan hubungan penting dan
menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi dan tren yang sulit untuk
dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen yang membentuk rasio. Seperti
alat analisis lainnya, rasio paling bermanfaat bila berorientasi ke depan. Hal
ini berarti kita sering menyesuaikan faktor-faktor yang mempengaruhi rasio
untuk kemungkinan tren dan ukurannya di masa depan. Kita juga harus menilai
faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi rasio di masa depan. Karenanya, kegunaan
rasio tergantung pada keahlian penerapan dan interprestasinya dan inilah bagian
yang paling menantang dari analisis rasio (Wild, Subramanyam, Halsey, 2005).
Analisis
rasio keuangan memberikan kerangka hubungan antar pos-pos neraca dan
perhitungan laba rugi, memungkinkan seseorang menelusuri sejarah suatu
perusahaan dan menilai posisi keuangannya saat ini, serta memungkinkan bagi manajer keuangan memperkirakan reaksi kreditur atau investor
terhadap keadaan keuangan perusahaan dan dengan demikian dapat mancari
cara-cara yang tepat untuk mendapatkan dana. (S. Munawir (2007:65) )
A.
Legal Reserve Requipment
(LRR)
Ketentuan
bagi setiap bank umum untuk menysihkan sebagian dari dana pihak ketiga yang
berhasil dihimpunnya dalam bentuk giro wajib minimum berupa rekening giro bank
yang bersangkutan pada bank Indonesia.
B.
Loan to deposit Ratio
(LDR)
LDR
merupakan rasio yang mengukur kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban keuangan
yang harus dipenuhi. Kewajiban tersebut berupa call money yang harus dipenuhi
pada saat adanya kewajiban kliring, dimana pemenuhannya dilakukan dari aktiva
lancar yang dimiliki perusahaan (Agus Suyono, 2005). LDR dihitung dari
perbandingan antara total kredit dengan dana pihak ketiga. Total kredit yang
dimaksud adalah kredit yang diberikan kepada pihak ketiga (tidak termasuk
kredit kepada bank lain). Dana pihak ketiga yang dimaksud yaitu antara lain
giro, tabungan dan deposito (tidak termasuk antarbank). Standar terbaik LDR
adalah diatas 85%. Untuk dapat memperoleh LDR yang optimum, bank tetap harus
menjaga NPL.
LDR
berpengaruh terhadap Earning After Tax (EAT), apabila LDR besar maka EAT besar.
LDR bergantung pada manajemen bank. Besar LDR bank tidak sama. Hubungan LDR
dengan EAT bersifat bebas, tidak autokorelasi. Semakin besar LDR semakin besar
potensi mencapai EAT, sejauh NPL bisa ditekan (Agus Suyono, 2005).
C.
Capital Adequacy Ratio
(CAR)
CAR
adalah rasio atau perbandingan antara modal bank dengan aktiva tertimbang
menurut resiko (ATMR). CAR menjadi pedoman bank dalam melakukan ekspansi di
bidang perkreditan. Dalam prakteknya perhitungan CAR yang oleh Bank Indonesia
disebut Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank (KPMM) tidaklah sederhana. KPMM
adalah perbandingan antara Modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko
(ATMR). Baik ATMR maupun Modal Bank memerlukan rincian dan kesamaan pengertian
apa yang masuk sebagai komponen untuk menghitung ATMR dan bagaimana
menghitungnya. Begitu juga Modal, perlu dirinci apa yang dapat digolongkan dan diperhitungkan
sebagai Modal Bank. Petunjuk mengenai hal ini diatur dasar-dasarnya oleh Bank Indonesia
melalui ketentuan SE BI No. 26/1/BPPP tanggal 29 Mei 1993. Mengenai pengertian
dan perincian modal yang terdiri dari Modal Inti dan Modal Pelengkap, telah
dilakukan penyempurnaan oleh BI melalui Surat Edaran Bank Indonesia No.
3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001, dengan berpedoman kepada ketentuan
sebelumnya sebagai berikut (Z. Dunil, 2005) :
1.
Di dalam perhitungan laba tidak termasuk pengakuan laba karena penerapan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 46 tentang Akuntansi Pajak
Penghasilan.
2.
Di dalam komponen modal yang disetor tidak termasuk pengakuan modal yang
dipesan yang berasal dari piutang kepada Pemegang Saham sebagaimana ditetapkan
dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 21 tentang akuntansi
ekuitas.
3.
Yang dimaksud dengan dana setoran modal adalah dana yang sudah disetor
penuh untuk tujuan penambahan modal namun
belum didukung dengan kelengkapan persyaratan untuk dapat dgolongkan sebagai
modal disetor seperti pelaksanaan rapat umum pemegang saham maupun pengesahan
anggaran dasar dari instansi yang berwenang. Untuk dapat digolongkan sebagai
Dana Setoran Modal maka dana tersebut harus ditempatkan pada rekening khusus (escrow
account) dan penggunaannya harus dengan persetujuan Bank Indonesia.
4.
Cadangan Revaluasi Aktiva Tetap tidak dapat dikapitalisir ke dalam modal
disetor dan dibagikan sebagai saham bonus dan atau deviden. Kekurangan
Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif oleh Bank merupakan komponen biaya pada
laba tahun berjalan.
5.
Yang dimasukkan ke dalam komponen laba tahun lalu dan tahun berjalan adalah
jumlah setelah diperhitungkan taksiran pajak kecuali apabila Bank diperkenankan
mengkompensasi kerugian sesuai ketentuan
perpajakan yang berlaku.
6.
Peningkatan atau penurunan harga saham pada portofolio yang tersedia untuk
dijual merupakan selisih antara harga pasar dengan nilai perolehan atas
penyertaan Bank pada perusahaan yang sahamnya tercatat di Pasar Modal.
D.
Perhitungan Legal Lending
Limit (LLL)
Faktor
Permodalan (Capital), Kualitas Aktiva Produktif (Asset), Manajemen,
Rentabilitas (Earning) dan Likuiditas. Analisis ini dikenal dengan istilah
Analisis CAMEL
·
Aspek Permodalan (Capital)
Penilaian
pertama adalah aspek permodalan, dimana aspek ini menilai permodalan yang
dimiliki bank yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank.
Penilaian tersebut didasarkan paa CAR (Capital Adequacy Ratio) yang ditetapkan
BI, yaitu perbandingan antara Modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko.
·
Aspek Kualitas Aktiva
Produktif (Asset)
Aktiva
produktif atau Productive Assets atau sering disebut dengan Earning Assets
adalah semua aktiva yang dimiliki oleh bank dengan maksud untuk dapat
memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya.
·
Aspek Kualitas Manajemen
(Management)
Aspek
ketiga penilaian kesehatan bank meliputi kualitas manajemen bank. Untuk menilai
kualitas manajemen akan mengajukan 250 pertanyaan yang menyangkut manajemen
bank yang ebrsangkutan. Kualitas ini juga akan melihat dari segi pendidikan
serta pengalaman para karyawannya dalam menangani bebagai kasus yang terjadi.
·
Aspek Rentabilitas
(Earning)
Penilaian
aspek ini diguankan untuk mengukur kemampuan bank dalam meningkatkan
keuntungan, juga untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang
dicapai bank yang bersangkutan. Penilaian ini meliputi ROA atau Rasio Laba
terhadap Total Aset, dan Perbandingan antara biaya operasional dengan
pendapatan operasional (BOPO).
·
Aspek Likuiditas
(Likuidity)
Aspek
kelima adapah penilaian terhadap aspek likuiditas bank. Suatu bank dukatakan
likuid, apabila bank yangbersangkutan mampu membayar semua hutangnya, terutama
hutang-hutang jangka pendek. Selain itu juga bank harus mampu memenuhi semua
permohonan kredit yang layak dibiayai.
E.
Non Performing Loan (NPL)
Yang
dimaksud dengan NPL adalah debitur atau kelompok debitur yang masuk dalam
golongan 3, 4, 5 dari 5 golongan kredit yaitu debitur yang kurang lancar,
diragukan dan macet. Hendaknya selalu diingat bahwa perubahan pengolongan
kredit dari kredit lancar menjadi NPL adalah secara bertahap melalui proses
penurunan kualitas kredit (Z. Dunil, 2005).
Salah
satu resiko yang muncul akibat semakin kompleknya kegiatan perbankan adalah munculnya
non performing loan (NPL) yang semakin besar. Atau dengan kata lain semakin
besar skala operasi suatu bank maka aspek pengawasan semakin menurun, sehingga
NPL semakin besar atau resiko kredit semakin besar (Wisnu Mawardi, 2005). NPL
adalah rasio kredit bermasalah dengan total kredit. NPL yang baik adalah NPL
yang memiliki nilai dibawah 5%. NPL mencerminkan risiko kredit, semakin kecil
NPL semakin kecil pula risiko kredit yang ditanggung bank. Bank dengan NPL yang
tinggi akan memperbesar biaya baik pencadangan aktiva produktif maupun biaya
lainnya, sehingga berpotensi terhadap kerugian bank (Wisnu Mawardi, 2005).
Kredit
yang masuk ke dalam kualitas kredit kurang lancar, diragukan dan macet
berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia (SE No.
7/3/DPNP). NPL yang digunakan dalam penelitian ini merupakan angka perubahan
NPL bulan Desember 2008 dan Januari 2009, dengan kategori 1 = meningkat, 0 =
menurun atau tetap.
Variabel
Kebijakan Bank Indonesia (KBI) mempengaruhi NPL secara signifikan. KBI No. 7
Tahun 2005 menyebutkan bahwa adanya pengharusan dilakukannya penyeragaman
penilaian dan pengategorian kualitas aktiva produktif oleh bank. Hasil
pengolahan nilai signifikansi variabel KBI adalah 0,016. Hal ini berarti KBI
signifikan mempengaruhi NPL pada tingkat kepercayaan 95% karena nilai
signifikansi lebih kecil dari 0,05 dan terjadi perbedaan yang nyata antara NPL
setelah diterapkannya KBI dengan NPL sebelum diterapkannya KBI.
F.
Net Interest Margin (NIM)
NIM
merupakan perbandingan antara pendapatan bunga bersih terhadap rata-rata aktiva
produktif. Pendapatan bunga bersih diperoleh dari
pendapatan bunga dikurangi beban bunga. Aktiva produktif yang diperhitungkan
adalah aktiva produktif yang menghasilkan bunga (interest bearing assets). Menurut
Peraturan Bank Indonesia nomor 7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva
Bank Umum yang dimaksud dengan aktiva produktif adalah penyediaan dana bank
untuk memperoleh penghasilan, dalam bentuk kredit, surat berharga, penempatan
dana antar bank, tagihan akseptasi, tagihan atas surat berharga yang dibeli
dengan janji dijual kembali, (reverse repurchase agreement), tagihan derivatif, penyertaan, transaksi
rekening administratif serta bentuk penyediaan dana lainnya yang dapat
dipersamakan dengan itu. Oleh karennya bank wajib menjaga selalu kualitas
aktiva produktifnya dan melaporkan perkembangannya ke Bank Indonesia secara
berkala.
Selain menjaga kualitas aktiva
produktifnya, untuk menjaga posisi NIM perlu memperhatikan perubahan suku
bunga. Dalam mencapai keuntungan yang maksimal selalu ada risiko yang sepadan, semakin
tinggi keuntungannya semakin besar risiko yang dihadapi. Yang dalam perbankan
sangat dipengaruhi oleh besarnya suku bunga (interest rate). Peningkatan
keuntungan dalam kaitannya dengan perubahan suku bunga sering disebut NIM (Net
Interest Margin), yaitu selisih pendapatan bunga dengan biaya bunga (Indira
Januarti, 2002).
Ukuran perbedaan antara bunga
pendapatan yang dihasilkan oleh bank atau lembaga keuangan lain dan nilai bunga
yang dibayarkan kepada pemberi pinjaman mereka (misalnya, deposito), relatif
terhadap jumlah mereka (bunga produktif ) aset. Hal ini mirip dengan margin
kotor perusahaan non-finansial.
Hal ini biasanya dinyatakan
sebagai persentase dari apa lembaga keuangan memperoleh pinjaman dalam periode
waktu dan aset lainnya dikurangi bunga yang dibayar atas dana pinjaman dibagi
dengan jumlah rata-rata atas aktiva tetap pada pendapatan yang diperoleh dalam
jangka waktu tersebut (yang produktif rata-rata aktiva).
II.
Tingkat Kesehatan Bank
Kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan
operasional perbankan secara normal & mampu memenuhi semua kewajibannya
dengan baik dan sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku. Suatu Bank Harus Diawasi karena fungsi Bank Sebagai Lembaga Intermediasi,
Fungsi Memperlancar Sistem Pembayaran, Lembaga
Perantara Kebijakan Moneter
Strategi Pengawasan Bank oleh Bank Indonesia diantaranya
:
1.
Pengawasan
Normal (Rutin) .
Bank yang memenuhi kriteria tidak memiliki potensi atau tidak membahayakan kelangsungan usahanya
2.
Pengawasan
Intensif
Bank memiliki potensi kesulitan yang dapat membahayakan
kelangsungan usahanya.
o
Bank melaporkan hal-hal tertentu kepada
BI
o
Pembaharuan rencana kerja terhadap
sasaran yang akan dicapai.
o
Meyusun rencana tindakan sesuai dengan masalah
yang dihadapi.
o
Menempatkan pengawas atau pemeriksa BI pada bank(bila diperlukan)
3.
Pengawasan
Khusus
Bank yang mengalami kesulitan yang membahayakan
kelangsungan usahanya :
o
Memerintahkan bank untuk mengajukan rencana
perbaikan permodalan (tertulis)
o
Memerintahkan bank untuk memenuhi kewajiban
melaksanakan tindakan perbaikan
Hasil
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum :
Manfaat Penilaian Kesehatan
- Bank : salah satu sarana dalam
menetapkan strategi usaha
- BI : pengawasan
FAKTOR-FAKTOR PENILAIAN (CAMELS)
A.
Penilaian
Permodalan
(Capital)
Penilaian pertama adalah aspek permodalan, dimana
aspek ini menilai permodalan yang dimiliki
bank yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penilaian tersebut didasarkan paa CAR (Capital Adequacy
Ratio) yang ditetapkan BI, yaitu perbandingan antara Modal
dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko.
Kecukupan pemenuhan ”Kewajiban Pemenuhan Modal
Minimum” (KPMM) terhadap ketentuan yang berlaku
Komposisi permodalan =
|
Tier1
|
Tier1 + Tier 2
|
Tier1: Moda
inti Tier2 : Modal pelengkap Tier3 : Modal pelengkap tambahan
Aktiva
Produktif yang Diklasifikasikan (AYPD) dibandingkan modal bank
o
25% : dalam perhatian khusus
o
50% : kurang lancar
o
75% : diragukan
o
100% : macet
Kemampuan
bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan (laba
ditahan)
Devidend Pay
Out Ratio =
|
Devidend yang
dibagikan
|
Laba setelah
pajak
|
Retention Rate =
|
Laba ditahan
|
Modal rata-rata
|
B.
Penilaian
Kualitas
Aset (Asset Quality)
Aktiva produktif atau Productive Assets atau sering
disebut dengan Earning Assets adalah semua aktiva yang dimiliki oleh bank
dengan maksud untuk dapat memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya. Ada
empat macam jenis aktiva produktif yaitu :
a. Kredit yang diberikan
b. Surat berharga
c. Penempatan dana pada bank lain
d. Penyertaan
Penilaian aset, sesuai dengan Peraturan BI adalah dengan
membandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan dengan aktiva
produktif. Selain itu juga rasio penyisihan penghapusan aktiva produktif
terhadap aktiva produktif yang diklasifikasikan. Klasifikasi aktiva produktif
merupakan aktiva produktif yang telah dilihat kolektabilitasnya, yaitu lancar,
kurang lancar, diragukan dan macet.
C.
Penilaian
Manajemen
(Management)
Aspek ketiga penilaian kesehatan bank meliputi
kualitas manajemen bank. Untuk menilai kualitas
manajemen akan mengajukan 250 pertanyaan yang menyangkut manajemen bank yang ebrsangkutan. Kualitas ini juga akan melihat
dari segi pendidikan serta pengalaman para karyawannya dalam
menangani bebagai kasus yang terjadi.
D.
Penilaian
Rentabilitas
(Earnings)
Penilaian aspek ini diguankan untuk mengukur kemampuan bank
dalam meningkatkan keuntungan, juga untuk
mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank
yang bersangkutan. Penilaian ini meliputi ROA atau Rasio Laba terhadap Total Aset,
dan Perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO)
-
ROA (Return On Asset), ROE (Return On Equity), NIM (Net
Interest Margin)
-
BOPO (Biaya Operasional Pendapatan
Operasional)
-
Pertumbuhan laba usaha : Pendapatan
operasional- Biaya operasional
-
Komposisi portofolio aktiva produktif
& diversifikasi pendapatan
-
Fee Based Income Ratio
-
Penerapan prinsip aktiva dalam pengakuan
pendapatan & biaya
-
Prospek laba operasional
E.
Penilaian
Aspek
Likuiditas (Likuidity)
Aspek kelima adapah penilaian terhadap aspek likuiditas
bank. Suatu bank dikatakan likuid, apabila bank yangbersangkutan mampu membayar
semua hutangnya, terutama hutang-hutang jangka pendek. Selain itu juga bank
harus mampu memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai.
Penilaian dalam aspek ini meliputi :
a.
Rasio kewajiban bersih Call Money
terhadap Aktiva Lancar
b.
Rasio kredit terhadap dana yang diterima
oelh bank seperti KLBI, Giro, Tabungan, deposito dan lain-lain.
F.
Penilaian
Sensitivity
Of Risk
Penilaian
terhadap faktor sensitivitas terhadap risiko pasar meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:
a.
kemampuan
modal Bank dalam mengcover potensi kerugian sebagai akibat fluktuasi (adverse
movement) suku bunga dan nilai tukar;
b.
kecukupan
penerapan manajemen risiko pasar.
Untuk penetapan
peringkat setiap komponen dilakukan perhitungan dan analisis dengan
mempertimbangkan indikator pendukung dan atau pembanding yang relevan dengan
mempertimbangkan unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan
signifikansi dari setiap komponen yang dinilai.
Berdasarkan hasil
penetapan peringkat setiap faktor ditetapkan Peringkat Komposit (composite
rating) sebagai berikut:
a. Peringkat Komposit 1 (PK-1), mencerminkan bahwa Bank tergolong sangat baik dan mampu mengatasi pengaruh
negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan;
b. Peringkat Komposit 2 (PK-2), mencerminkan bahwa Bank tergolong baik dan mampu mengatasi pengaruh
negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan namun Bank masih memiliki
kelemahan-kelemahan minor yang dapat segera diatasi oleh tindakan rutin;
c. Peringkat Komposit 3 (PK-3), mencerminkan bahwa Bank tergolong cukup baik namun terdapat beberapa kelemahan
yang dapat menyebabkan peringkat kompositnya memburuk apabila Bank tidak segera
melakukan tindakan korektif;
d. Peringkat Komposit 4 (PK-4), mencerminkan bahwa Bank tergolong kurang baik dan sensitif terhadap
pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan atau Bank memiliki
kelemahan keuangan yang serius atau kombinasi dari kondisi beberapa faktor yang
tidak memuaskan, yang apabila tidak dilakukan tindakan korektif yang efektif
berpotensi mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya.
e. Peringkat Komposit 5 (PK-5), mencerminkan bahwa Bank tergolong tidak baik dan sangat sensitif terhadap
pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan serta mengalami
kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya.
Sumber
sumber :
- http://masitharubbi.blogspot.com/2013/05/bab-9-pengenalan-rasio-keuangan-bank.html
- eprints.undip.ac.id/17628/1/Ponttie_Prasnanugraha.pdf
- kartika.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/3451/Materi+7+Camel.pdf
- http://s3ventyfour.wordpress.com/2013/05/13/tingkat-kesehatan-bank/
Senin, 05 Mei 2014
BAB III Manajemen Aktiva dan Pasiva Bank
3.1. Manajemen Sumber Dana
Manajemen aktiva dan pasiva yang disebut juga dengan Assets and Liability Management (ALMA) sudah dapat dipastikan ada pada setiap bank. Kedua sisi neraca, yaitu sisi pasiva yang menggambarkan sumber dana dan sisi aktiva yang menggambarkan penggunaan (alokasi) dana harus dikelola secara efisien, efektif, produktif, dan seoptimal mungkin karena merupakan bisnis utama bagi setiap bank. Pengelolaan aset dan liabilitas tersebut disebut dengan Manajemen Aset dan Liabititas yang dikenal dengan ALMA (Assets and Liability Management).
Pengertian sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat perolehan ini tergantung pada bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya. Pemilihan sumber dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang ditanggung.oleh karena itu pemiliha sumber dana harus dilakukan secara tepat.
Secara garis besar sumber dana bank dapat di peroleh dari:
Selasa, 01 April 2014
BAB II PENGENALAN LAPORAN KEUANGAN PERBANKAN
1. Neraca Bank
Di dalam akuntansi keuangan, Neraca atau laporan posisi keuangan (bahasa Inggris: balance sheet atau statement of financial position) adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut.
Sedangkan dalam dunia perbankan, Neraca Bank adalah ikhtisar yang menggambarkan posisi harta, kewajiban, dan modal sendiri suatu badan usaha pada saat tertentu. Disebut neraca karena kenyataannya terjadi keseimbangan antara harta di satu pihak dengan kewajiban dan modal di pihak lain (balance sheet). Defini lain dari neraca bank yaitu laporan secara systematis yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan meliputi Assets (harta), Liabilities (hutang) dan Capital (modal).
Neraca umumnya dibuat pada akhir periode akuntansi (akhir tahun) dan akhir periode (bulanan) dan dalam system akuntansi komputer neraca dapat dususun setiap saat bila diperlukan dan metode akuntansi perpetual memungkinkan neraca dapat divisual setiap saat.
Isi/ elemen neraca bank terdiri dari :
Bab I Terapan Komputer perbankan
1. Pengertian dan Klasifikasi Bank
Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Dari berbagai jenis Bank, maka bank dapat dibedakan berdasarkan Jenisnya yaitu :
1.1. Berdasarkan Fungsinya
a. Bank Sentral
Bank sentral yang dimaksud adalah Bank Indonesia. Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini.
Kamis, 23 Januari 2014
Bab XIV. Implementasi Operasi dan Pengendalian Sistem
Implementasi Operasi Dan Pengendalian Sistem
Dikarenakan banyak permasalahan dapat terjadi selama
implementasi sistem, rencana formal dan pengendalian dalam tahap implementasi
harus dibuat. Tiga langkah utama implementasi sistem:
1. Menetapkan rencana dan pengendalian
2. Pelaksanaan aktivitas seperti yang telah direncanakan
3. Menindaklanjuti dan mengevaluasi sistem yang baru
A.
Implementasi Sistem
Dalam proses Implementasi di perlukan adanya keterkaitan
terhadap sistem informasi,dan dalam siklusnya dapat dijelaskan diantaranya :
1. Identifikasi Pemahaman awal perlunya pembuatan sistem
informasi dan permintaan formal untuk mengembangkan sistem informasi.
2. Inisiasi dan Perencanaan Untuk menentukan spesifikasi
kebutuhan dan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi dapat membantu
penyelesaian permasalahan. Pada tahap ini dibuat keputusan perlunya dibuat
suatu aplikasi atau mengembangkan aplikasi yang sudah ada. Melakukan analisis
untuk membuat spesifikasinya
3.
Analisisgstrukturkan kebutuhan pengguna serta
menseleksi aplikasi lain yang sudah ada. Pada tahapan ini akan diperoleh
spesifikasi fungsional sistem.
4. Perencanaan Logika Mendapatkan dan menstrukturkan
kebutuhan sistem informasi secara keseluruhan. Pada tahap ini akan diperoleh
spesifikasi rinci data, laporan, tampilan, dan aturan pemrosesan.
5.
Perancangan Fisik Mengembangkan spesifikasi teknologi
yang akan digunakan, pada tahap ini akan diperoleh struktur program dan
basisdata, serta perancangan struktur fisik.
6.
Implementasi Pembuatan program dan basisdata, melakukan
instal dan menguji sistem. Pada tahapan ini akan diperoleh program aplikasi dan
dokumentasi.
7.
Pemeliharaan Melakukan pemantauan kegunaan dan fungsi
sistem, serta melakukan audit sistem secara periodik.
B. PENGENDALIAN KEUANGAN & SISTEM INFORMASI
Tujuan umum pengendalian keuangan tidak secara kaku
dinyatakan sebagai pengurang biaya, meskipun ada perkembangan tetap dalam hal
total biaya sistem informasi dlam organisasi. Daripada sebagai pengurang biaya
keseluruhan, tujuan umum pengendalian keuangan adalah untuk meningkatkan
manfaat yang di peroleh atas pengeluaran system informasi yang telah di
lakukan. Alasan mengapa pengurangan biaya bukan merupakan sasaran utama :
1.
Pertama adalah hakekat dari system informasi sebagai
aktivitas layanan dalam perusahaan
2.
Kedua, dalam perpektif biaya besar lainnya, biaya
system informasi tidak terlalu besar
3.
Ketiga berkaitan dengan biaya, yang jumlahnya tetap
dalam jangka pendek dan tetap dalam jumlah besar dalam tingkat kegiatan
pemrosesan yang lebih besar
Alasan yang terakhir adalah sistem informasi memberikan
kemungkinan peningkatan efektivitas keputusan manajerial.
Hakekat biaya biaya
system informasi
Salah satu determinan utama pengendalian biaya adalah biaya
tetap atau variabel. Sebagian besar personel system informasi adalah para
professional yang di bayar dengan gaji tetap dan bukan berdasarkan jam kerja.
Pengeluaran untuk gaji dan perangkat keras di perkirakan mencapai 75% atau
lebih dari anggaran. Hasilnya menunjukkan bahwa anggaran utamanya terdiri atas
biaya-biaya tetap.
C.
Pengendalian Atas Sumber Daya Non Keuangan Dalam Sistem
Informasi
Pengukuran kinerja perangkat keras mencakup pemanfaatan
sistem, waktu penuh pengolahan dalam sistem, dan daya tanggap sistem. Statistik
pemanfaatan sangatlah penting, karena dapat mengindikasikan adanya leher botol
ataupun kebutuhan perluasan sistem. Downtime merupakan persentase waktu dimana
mesin tidak tersedia untuk digunakan. Faktor non kuantitatif utama lainnya yang
penting dalam pengendalian adalah kinerja perangkat lunak.
Auditing Atas Sistem
informasi.
Pendekatan umun yang di ikuti auditor adalah pertama,
mendapatkan deskripsi mengenai sistem pengendalian intern, umumnya dengan
menggunakan kuesioner pengendalian intern. Selama proses, auditor memasukkan
tingkat dimana perusahaan secara aktual menerapkan pengendalian intern seperti
yang di dokumentasikan dalam evaluasi pengendalian intern. Terakhir, auditor
melakukan pengujian transaksi-transaksi spesifik yang berjalan dalam sistem.
Pemeliharaan Dan
Modifikasi Sistem.
Salah satu alasan untuk melakukan perubahan adalah karena
tidaklah mungkin untuk mengatasi seluruh kontinjensi selama tahap perancangan.
Bugs adalah kesalahan pemrograman komputer yang tidak dapat dideteksi sampai
sistem benar-benar memulai operasi. Seluruh modifikasi sistem harus
didokumentasikan secara seksama. Dokumentasi harus mencakup alasan-alasan
perubahan, perubahan-perubahan sebenarnya yang dilakukan, dan orang yang
mengesahkan perubahan
Sumber :
http://riyan-hariyanto.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)

